Jakarta, TopBusiness – Laju pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diprediksi akan kembali menguat, seiring sentimen positif dari rencana perang dagang AS-China.
Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di level Rp14.087/USD atau terapresiasi 14 poin dari sesi penutupan Jumat lalu di angka Rp14.101.
Menurut Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra, potensi penguatan rupiah pada pekan ini dipicu karena pasar masih menyambut positif rencana kembalinya AS dan China ke meja perundingan pada Oktober nanti.
“Selain itu, meredanya kisruh Brexit dan Hong Kong juga menjadi mendorong rupiah dan aset berisiko lainnya untuk menguat,” jelas dia di Jakarta, Senin (9/9/2019).
Namun begitu, pelaku pasar tetap harus mewaspadai dampak dari sengketa perdagangan AS dan China, seperti ekspor Negeri Tirai Bambu yang melonjak dan data ketenagakerjaan AS yang lebih buruk daripada ekspektasi.
Berdasarkan data pemerintah China, ekspor China naik 2,6% pada Agustus secara year on year, sedangkan impor China turun 2,6%.
Sementara itu, data ketenagakerjaan AS di luar sektor pertanian untuk periode Agustus hanya mencatat pertumbuhan sebanyak 130.000, lebih kecil dibandingkan dengan ekspektasi pasar sebesar 163.000 dan pencapaian bulan sebelumnya sebesar 164.000.
Dengan kondisi tersebut, Ariston memprediksi pada perdagangan Senin (9/9/2019)ini rupiah akan bergerak di rentang Rp14.060 per USD hingga Rp14.150 per USD.
Penulis: Tomy
