Jakarta, TopBusiness – Laju nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksikan masih melanjutkan penguatannya. Sekalipun polanya bakal terbatas. Hal ini dikarenakan masih minim sentiment yang ada.
Mengutip Bloomberg pagi ini, mata uang Merah Putih ini dibuka menguat tipis di posisi Rp14.030/USD ketimbang penutupan Senin (9/9/2019) kemarin di tangga Rp14.034/USD. Atau terapresiasi hanya sebesar 4 poin saja. Lajunya masih sangat terbatas dan pelan. Hingga satu jam pertama masih di posisi Rp14.029/USD atau menguat 0,04%.
Menurut analis Monex Investindo Futures, Faisyal pergerakan kurs NKRI itu masih bisa menaik di hari ini meski terbatas. Hal ini terjadi karena memang dari sisi sentiment positif yang ada relative minim.
“Rupiah masih bisa menguat ditopang sentimen rilis data ketenagakerjaan AS yang lesu itu. Sehingga hal itu bisa mempengaruhi kebijakan moneter The Fed,” ungkap dia di Jakarta, Selasa (10/9/2019).
Memang, The Fed sendiri memberi sinyal tak akan melakukan pelonggaran moneter secara agresif di tahun ini. Sangat berbeda ketimbang tahun lalu. “Tapi, pasar tetap mempertimbangkan data tenaga kerja yang jelek,” ungkap dia.
Memang, meredanya tekanan eksternal memicu rupiah lebih perkasa. Kurs spot rupiah kemarin menguat 0,47% ke level Rp 14.035 per USD. Kurs tengah rupiah Bank Indonesia juga menghijau sebesar 0,33% ke level Rp14.092 per USD.
Sementara data lainnya yang bisa memengaruhi laju rupiah hari ini adalah pengumuman inflasi China. Namun yang perlu diwasapdai adalah, pelaku pasar masih worry terhadap potensi perlambatan ekonomi global.
“Ini bisa mempengaruhi ekspor.juga akan mempengaruhi kurs rupiah hari ini. Untuk itu proyeksi laju rupiah hari ini akan bergerak di rentang Rp 13.970 hingga Rp 14.070 per USD,” tutup Faisyal.
Penulis: Tomy
