Home Ekonomi Capital Market Telefast Lepas 25 Persen Saham ke Publik

Telefast Lepas 25 Persen Saham ke Publik

Foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Perusahaan start up dalam manajemen SDM, PT Telefast Indonesia Tbk bermaksud akan segera melantai di Burs Efek Indonesia (BEI) dengan melepas sebanyak 416 juta saham ke publik atau setara 25 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh.

Perseroan akan melakukan aksi korporasinya itu melalui skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

“Dengan IPO ini, diperkirakan harga saham yang ditawarkan sekitar Rp180 per saham. Sehingga nantinya dana yang akan terkumpul kemungkinan sebanyak Rp74,99 miliar,” ujar Direktur Utama PT Telefast Indonesia Tbk, Jody Hedrian, di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Jody mengatakan, dana hasil IPO itu sebanyak 70 persen akan digunakan untuk modal kerja, kemudian belanja modal sebesar 25 persen, dan sisanya sebesar lima persen yang akan diarahkan untuk investasi sumber daya manusia (SDM). Menurut Jody, pengembangan SDM memang menjadi salah satu prioritas perseroan tahun ini.

“Perusahaan dapat berkembang bagus karena memiliki talenta yang bagus, sehingga kami meningkatkan investasi di SDM,” kata dia.

Dengan proses IPO ini, maka komposisi para pemilik saham Telefast akan berkurang. Yakni PT MCash Strategi Tbk (MCAS) yang semula mengantongi saham 58,58 persen menjadi 43,93 persen. Kemudian kepemilikan saham PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) juga akan berkurang dari 7,58 persen menjadi 5,69 persen.

Sedang PT Telefast Investama Indonesia yang sebelumnya menggenggam 33,84 persen saham berkurang menjadi 25,38 persen. Dengan begitu kepemilikan publik akan mencapai 25 persen.

Telefast sudah mendapatkan persetujuan efektif IPO dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 5 September 2019. Sedangkan masa penawaran umum akan dilakukan pada 9-11 September 2019. Target pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 17 September 2019 nanti.

Dalam aksi korporasi ini, perseroan telah menunjuk PT Kresna Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai penjamin pelaksana emisi saham.

Lebih jauh dia menegaskan, perseroan sendiri berencana menggenjot pendapatan lini usaha di pengembangan SDM mencapai 55 persen dalam lima tahun mendatang. Guna mencapai target dimaksud Telefast akan melakukan aksi korporasi berupa akuisisi perusahaan outsourcing.

“Kita sudah mendekati dua sampai tiga perusahaan outsourcing yang butuh dana (untuk diakuisisi dan digenjot agar mendukung pendapatan lini usaha),” kata

Untuk kinerja perseroan sendiri, di tahun ini perseroan menargetkan penjualan sebesar Rp687 miliar. Dengan perolehan laba ditargetkan bisa meraup sebesar Rp53,6 miliar pada 2019. Sementara sampai kuartal I-2019, perolehan laba perseroan meningkat menjadi Rp13,7 miliar dari Rp 12,9 miliar pada kuartal I-2018.

Penulis: Tomy

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here