
Jakarta, businessnews.id — Perbanas ( Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional) meminta pemerintahan baru yang terbentuk pada Oktober 2014, menetapkan sektor industri yang menjadi prioritas bagi pembangunan ekonomi.
Menurut Ketua umum Perbanas Sigit Pramono di Jakarta (28/8/2014), saat ini likuiditas perbankan secara nasional mengalami tekanan. Hal ini berbeda kondisinya ketika pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terbentuk tahun 2004 di mana LDR (loan to deposit ratio) perbankan masih sekitar 44 persen. Sementara, saat ini mencapai 90 persen.
Dengan demikian, pemerintahan baru akan cenderung tertekan dengan ruang fiskal yang sempit untuk memacu pertumbuhan ekonomi.
Maka, pemerintahan itu harus menetapkan industri industri mana yang menjadi prioritas. “Dengan demikian, perbankan akan mengarahkan penyaluran kredit ke sana,” kata Sigit.
Ia menyarankan, program prioritas tersebut tidak terlalu banyak.
“Jangan sampai ada 20 program. Itu bukan prioritas, kalau seperti itu,” ucap mantan direktur utama BNI itu.
Sigit menyarankan, pemerintahan baru juga memberikan insentif kepada industri yang menjadi prioritas. Misalnya dengan memberikan keringanan pajak penghasilan. (Abdul Aziz)
Editor: Achmad Adhito