TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perdagangan Debut, Saham GGRP Terkerek 14,29 Persen

Nurdian Akhmad
19 September 2019 | 13:22
rubrik: Capital Market
Perdagangan Debut, Saham GGRP Terkerek 14,29 Persen

Jakarta, TopBusiness – Perusahaan yang bergerak di sektor baja, PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) resmi mencatatkan sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat skema penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Dalam perdagangan perdana emiten yang ke-36 di 2019 tersebut tercatat saham GGRP langsung naik 135 poin atau 14,29 persen ke harga Rp 975 per saham dari harga penawaran perdananya yang sebesar Rp 840 per saham.

Perseroan sendiri melepas sahamnya sebanyak 1.230.888.800 lembar saham dengan harga penawaran Rp 840 per saham. Sehingga, perseroan telah meraup dana segar mecapai Rp 1,033 triliun.

“Dalam masa penawaran umum, perseroan mengalami oversubscribed (kelebihan permintaan) sebanyak 9 kali pooling,” kata Presiden Direktur GGRP Alouisius Maseimilan di gedung BEI Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Nantinya, hasil dana dari IPO tersebut sekitar 99,52 persen akan digunakannya untuk pelunasan utang dalam rangka pembelian aset tetap dan biaya operasi. Dan sekitar 0,48 persen akan digunakan untuk tambahan modal kerja.

“Harapannya ke depan produktivitas dapat ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri yang masih cukup luas,” tuturnya.

Menurutnya, pemain industri baja di Indonesia masih memiliki peluang yang sangat luas untuk bertumbuh. Hal ini mengingat konsumsi baja per kapita Indonesia yang masih cukup rendah dan kapasitas produksi baja domestik yang belum bisa memenuhi permintaan. Hal itu membuat Indonesia masih melakukan impor baja.

“Dengan GDP di 5,07 persen, dan terus bertumbuh, maka konsumsi baja per kapita juga ikut tumbuh. Apalagi dengan meningkatnya anggaran infrastruktur akan mendorong konsumsi baja nasional,” tandas dia.

Dalam aksi korporasi kali ini, perseroan menunjuk PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi (underwriter).

BACA JUGA:   IHSG Diperkirakan Bergerak Sideways
Tags: GGRPipo
Previous Post

Alokasi Anggaran Kementerian PUPR Disetujui

Next Post

Kementerian ESDM Peringati HUT ke-74

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR