
Jakarta, businessnews.id — PT Kertas Basuki Rachmat telah menandatangani perjanjian fasilitas kredit senilai USD 70 juta. Itu terdiri dari pinjaman sebesar USD 60 juta plus opsi peningkatan sebesar USD 10 juta.
“Penandatangan itu berlangsung di 1 September 2014,” kata Gani Bustan, direktur utama PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia (induk perusahaan Kertas Basuki Rachmat), di Jakarta hari ini.
Gani menjelaskan, pengatur utama yang dimandatkan untuk pinjaman itu adalah Bank Negara Indonesia (BNI), Bank QNB Kesawan, dan Indonesia Eximbank.
“Sebagai agen fasilitas adalah Bank QNB Kesawan, sedangkan BNI menjadi agen jaminan,” dia berkata dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Komitmen Fasilitas A merupakan kredit berjangka sebesar USD 45 juta.
Komitmen Fasilitas B, adalah kredit revolving sebesar USD 25 juta; itu terdiri dari USD 25 juta plus opsi peningkatan fasilitas sebesar USD 10 juta.
“Komitmen Fasilitas A digunakan untuk belanja modal berupa mesin kertas nomor dua. Sedangkan Komitmen Fasilitas B untuk modal kerja,” kata Gani.
Sebagai jaminan untuk pinjaman itu adalah saham Kertas Basuki Rachmat yang dimiliki perusahaan induk.
Jaminan lainnya, kata Gani, adalah tanah, bangunan, mesin-mesin, dan fasilitas lainnya; persediaan dan piutang usaha Kertas Basuki Rachmat; corporate guarantee dari perusahaan induk; saham perusahaan induk yang dimiliki oleh Suisse Charter Investment, Wyoming International, dan Quest Corporation. (Achmad Adhito)
Editor: Achmad Adhito