Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga penutupan perdagangan Jumat (20/09) akhir pekan di Bursa Efek Indonesia negatif 13 poin, atau setara dengan 0,21 persen ke posisi 6.231,473. Pelaku pasar merealisasikan keuntungan.
Pelemahan indeks komposit Jakrta akibat aksi jual saham, terutama, sektor perbankan. Selanjutnya, kebanyakan investor lebih memilih untuk memegang uang tunai jelang akhir pekan.
Sejumlah bursa saham utama di Asia ditutup variasi. Misal, indeks nikkei-225 di bursa saham Tokyo meningkat 34,64 poin (0,16 persen) ke posisi 22.079,09 dan indeks komposit Philippine Stock Exchange turun 40,21 poin (0,51 persen) ke posisi 7.871,11.
Transaksi saham berjalan marak ditunjukkan dengan volume 16.512.872.125 unit dengan 439.793 kali senilai Rp 10,903 triliun. Beberapa saham yang mengalami pelemahan harga, seperti, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 200 ke posisi Rp 29.950, diikuti PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) Rp 110 ke posisi 4.640, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 425 ke posisi Rp 46.150 per unit.
Penulis : Agus H
