Jakarta, TopBusiness – Hingga penutupan perdagangan Senin (23/09) di Bursa Efek Indonesia, indeks harga saham gabungan atau IHSG berkurang 25,27 poin, atau setara dengan 0,41 persen ke posisi 6.206,199. Investor mencermati suasana konflik dagang antara China-Amerika.
Sepanjang perdagangan, saham cenderung bergerak turun. Dari awal pembukaan di buka di area positif, tapi hal tersebut tak berlangsung lama. Tepatnya pukul 10.02, indeks komposit Jakarta itu berbalik arah ke negatif 5,99 poin (0,10 persen) ke level 6.225,48. Hingga penutupan perdagangan sesi I, IHSG terkunci di level 6.213,3 atau terkoreksi 18,17 poin (0,29 persen).
Pergerakan di sesi II, indeks masih bertahan di area merah. IHSG turun 17,85 poin (0,29 persen) ke level 6.213,62 dan berlanjut jelang sesi penutupan 32,56 poin (0,52 persen) ke level 6.198,91.
Perdagangan saham di pasar regular normal dengan volume mencapai 15.278.787.052 saham dengan frekuensi 490.934 kali senilai Rp 7,930 triliun. Sejumlah saham mencetak penurunan harga, diantaranya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp 75 ke posisi 7.575 per unit, kemudian PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Rp 100 ke posisi Rp 8.250 dan PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Rp 5 ke posisi Rp 108.
Sejumlah bursa saham kawasan utama Asia bergerak variatif. Contoh, Kospi di bursa saham Seoul meningkat 0,18 poin (0,01 persen) ke posisi 2.091,70, diikuti indeks acuan S&P/ASX 200 18,90 poin (0,28 persen) ke posisi 6.749,70. Sebaliknya,
Bursa Efek Filipina dengan indeks komposit PSE melemah 3,60 poin (0,05 persen) ke posisi 7.867,51, dan bursa saham Hong Kong dengan indikator utama Indeks Hang Seng (HSI) terkoreksi 213,27 poin (0,81 persen) ke posisi 26.222,4.
Penulis : Agus H
