Jakarta, TopBusiness – Performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang hari ini ternyata kembali terganjal oleh sentiment domestik untuk memulai kenaikannya. Tak ayal, indeks pun kembali tergelincir dan salah satu penyebabnya akibat maraknya aksi demonstrasi mahasiswa yang belakangan terjadi.
Menurut Kepala Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia, Suria Dharma justru aksi demo yang sudah berlangsung beberapa hari ini dan Selasa (24/9/2019) juga masih menggeruduk Gedung DPR/MPR ini dirasa masih menjadi sentimen utama pergerakan indeks.
Sebab, aksi yang dilakukan ini dinilai Dharma mengangkat isu yang sensitif. Memang salah satu tuntutan para mahasiswa adalah tolak pengesahan RUU KUHP dan UU KPK yang baru saja disahkan revisinya.
“Kita [IHSG] turun sendirian [di Asia]. Jadi menurut saya (penyebabnya) karena faktor demo yang berpotensi berkepanjangan,” tutur dia di Jakarta, Selasa (24/9/2019).
Mengacu data perdagangan, bursa saham regional Asia justru menghijau. Nikkei 225 di Jepang naik 0,20%, Hang Seng di Hong Kong menguat 0,35%, dan Shanghai Composite di China naik 0,64%.
Namun yang diderita IHSG justru kebalikannya. Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, pada penutupan sesi I, IHSG sudah terjungkal 1,26% ke 6.128,2 poin. Artinya IHSG sudah melorot dari level 6.200.
Sepanjang perdagangan pagi ini, posisi terendah indeks ada pada level 6.121,35 poin. Investor asing bahkan sudah mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 528,17 miliar di semua pasar. Bahkan jika diakumulasi dalam sebulan terakhir, asing sudah kabur dari pasar saham Indonesia hingga Rp 6,90 triliun di semua pasar.
Suria menjelaskan, aksi demo ini dinilai cukup sensitif dan bisa menimbulkan ketidakpastian yang lebih lanjut. Perlu diketahui, meski pasar cukup rentan, namun tak selalu merespons seluruh demo yang berlangsung.
Penulis: Tomy
