Jakarta, TopBusiness—Kepala Ekonom DBS Indonesia, Maysita Crystallin, menjelaskan bahwa ada potensi pelonggaraan tingkat suku bunga oleh Bank Indonesia. Di kuartal empat 2019, ada risiko pelonggaran lagi.
“Awal tahun depan pun, pelonggaran bisa terjadi lagi bila aktivitas ekonomi tidak meningkat di awal tahun,” kata dia dalam riset yang diterima hari ini oleh Majalah TopBusiness.
Dia pun menjelaskan bahwa, saat ini, perlambatan momentum pertumbuhan ekonomi, terbilang mengkuatirkan. Begitu pula dalam pelonggaran moneter untuk sektor swasta.
Pertumbuhan GDP kemungkinan melambat pada paruh kedua 2019 jika dibandingkan dengan paruh pertama 2019. Sejumlah indikator sektor riil (penjualan semen, PMI, pertumbuhan kredit, modal pertumbuhan negatif dan impor bahan mentah) menunjukkan ada kemungkinan lebih besar akan terjadi pelambatan pertumbuhan pada semester kedua 2019.
“Dampak dari pelonggaran keuangan, termasuk pemangkasan suku bunga kebijakan sebesar 50 bps pada awal tahun ini, belum sepenuhnya tercermin dalam jumlah uang beredar atau pertumbuhan kredit,” kata dia..
Ditambahkannya, “Kami melihat ada risiko pertumbuhan akan cenderung melambat, yang dapat memicu pelonggaran moneter dan makroprudensial lebih lanjut hingga 2020.”
(Adhito)
