Jakarta, TopBusiness – Hingga penutupan perdagangan Jumat (27/09) akhir pekan, indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia anjlok 33,45 poin, atau setara dengan 0,54 persen ke posisi 6.196,889.
Pelemahan IHSG tersebut terbilang hal biasa. Pasalnya, pelaku pasar biasanya lebih senang memegang uang tunai jelang libur akhir pekan. Sehingga, mereka melepaskan portofolio efeknya.
Indeks komposit Jakarta tak berhasil ke luar dari zona merah. Setelah beberapa jam berjalan sejak pembukaan perdagangan, IHSG turun 16,15 poin (0,26 persen) ke level 6.214,19 dan jelang penutupan perdagangan sesi I, 21,71 poin (0,35 persen) ke posisi 6.208,62. Dan menutup perdagangan sesi I, IHSG masih negatif 28,16 poin (0,45 persen) ke level 6.202,17. Pada sesi II mulai berjalan, indeks 24,66 poin (0,40 persen) ke level 6.205,67 dan 29 poin (0,47 persen) ke level 6.201,33 jelang penutupan perdagangan.
Sepanjang perdagangan di pasar reguler hingga akhir perdagangan berlangsung sepi. Itu dicerminkan dengan volume mencapai 15.061.334.581 unit dengan frekuensi 367.458 kali senilai Rp 6,932 triliun. Sejumlah saham yang mengalami kehilangan harga, diantaranya, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 125 ke posisi 6.975, diikuti PT Ciputra Development Tbk (CTRA) Rp 35 ke posisi Rp 1.045 dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) Rp 125 ke level Rp 8.225 per unit.
Penulis : Agus H
