Jakarta, TopBusiness—Pergerakannya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama pekannya kemarin memang cukup terbebani sentimen negatif. Salah satunya terdampak maraknya aksinya demonstrasi. Yang terjadi akhir-akhir ini.
Hal ini terlihat dari kinerja Indeks. Selama sepekan. Tercatat, IHSG pada pekan lalu yakni mulai Senin (23/9) hingga Jumat (27/9) mengalami penurunan sebesar 0,55 persen pada posisi 6.196,889 dari 6.231,473 pada pekan sebelumnya.
“Hal yang sama juga terjadi pada nilai kapitalisasi pasar selama sepekan juga turut berubah sebesar 0,44 persen menjadi Rp7.123,480 triliun dari sebelumnya Rp7.155,310 pada penutupan minggu lalu,” ujar Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Yulianto Aji Sadono, di Jakarta, ditulis Minggu (29/9/2019).
Selanjutnya, dia menyebut, data rata-rata nilai transaksi harian juga mengalami perubahan sebesar 12,02 persen menjadi Rp7,751 triliun dari Rp8,810 triliun pada pekan sebelumnya.
Kemudian data rata-rata volume transaksi harian BEI, lanjut dia, juga mencatatkan pelemahan sebesar 2,18 persen menjadi 14,060 miliar unit saham dari 14,374 miliar unit saham di pekan sebelumnya.
“Dan untuk data rata-rata frekuensi transaksi BEI selama sepekan ini turut mengalami perubahan sebesar 18,88 persen menjadi 429,031 ribu kali transaksi dari 528,906 ribu kali transaksi selama sepekan sebelumnya,” tutur dia.
Dari data penurunan di lantai bursa, ternyata aksi investor asing masih positif. Tercatat, sepanjang tahun 2019 ini, investor asing masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp52,001.9 triliun.
“Dan investor asing pada Jumat juga mencatatkan jual bersih sebesar Rp338,59 miliar,” tegasnya.
Selain kinerja IHSG, sepekan lalu juga diwarnai dua pencatatan perusahaan PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk. (OPMS) dan PT Nusantara Almazia Tbk. (NZIA), sehingga sampai akhir pekan lalu sudah menorehkan 38 emiten baru.
Juga ada pencatatan Obligasi MPM Finance I Tahun 2019 yang diterbitkan oleh PT Mitra Pinasthika Mustika Finance (MPMF) dengan nominal Rp664 miliar. Hasil pemeringkatan atas obligasi dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) adalah AA(idn).
Selanjutnya Obligasi Berkelanjutan I J Resources Asia Pasifik Tahap II Tahun 2019 yang diterbitkan oleh PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) dengan nominal sebesar Rp500 miliar. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk Obligasi adalah idA (Single A).
Dengan begitu total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2019 adalah 76 emisi dari 42 Perusahaan Tercatat senilai Rp87,77 triliun.
“Dan secara total pencatatan emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 417 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp440,37 triliun dan US$ 47,5 juta, diterbitkan oleh 119 Perusahaan Tercatat,” tuturnya.
Selanjutnya, pencatatan Surat Berharga Negara (SBN) di BEI berjumlah 101 seri dengan nilai nominal Rp2.646,33 triliun dan US$ 400 juta dipekan lalu. Serta Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp8,79 triliun.
Penulis: Tomy
