Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Selasa (01/10) kehilangan 30,85 poin, setara dengan 0,5 persen ke posisi 6.138,25. Pelaku pasar masih minim informasi dan isu positif, sehingga kurang beraktivitas di pasar modal.
Walau indeks komposit Jakarta di sesi awal pembukaan bergerak positif, tapi hal itu tak berlangsung lama. IHSG pada perjalanannya langsung berbalik arah. Saat itu, IHSG melemah 2,05 poin (0,03 persen) ke level 6.288,49, bahkan hingga sesi penutupan perdagangan sesi I, 3,54 poin (0,06 persen) ke level 6.287,01, dan menjadi 6.278,77 poin, atau 11,78 (0,19 persen) pada akhir perdagangan. Tapi, memasuki sesi II, IHSG sempat naik tipis 0,63 poin (0,01 persen) ke level 6.291,17 dan kembali terkoreksi 28,31 poin (0,45 persen) ke level 6.262,23 jelang penutupan perdagangan hari ini.
IHSG tak sejalan dengan bursa kawasan Asia. Seperti, di Bursa saham Seoul melalui Kospi positif 9,37 poin (0,45 persen) menjadi 2.072,42, dan Bursa Efek Tokyo melalui nikkei-225 terangkat 129,40 poin (0,59 persen) ke posisi 21.885,24.
Di pasar reguler, perdagangan saham berlangsung sepi. Ini ditandai volume transaksi mencapai 14.668.012.932 unit dengan frekuensi sebanyak 475.271 kali senilai Rp 6,941 triliun. Sejumlah saham mengalami tekanan harga, seperti, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 150 menjadi Rp 30.200 per unit, diikuti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 300 menjadi Rp 46.200, dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) Rp 4 menjadi Rp 426.
Penulis : Agus H
