Home Ekonomi BUMN BUMN Center Segera Dibangun

BUMN Center Segera Dibangun

Jakarta, TopBusiness – Guna menciptakan perusahaan negara yang solid dan kuat,  Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  Rini Soemarno menggagas penyatuan BUMN dalam satu kantor bernama BUMN Center. Upaya ini diharapkan bisa meningkatkan kekuatan negara sebagai pemegang saham dari BUMN tersebut.

BUMN Center tersebut akan menyatukan seluruh perusahaan negara dalam satu kawasan perkantoran yang terletak di kawasan istana presiden, wakil presiden, dan beberapa Kementerian. Lokasinya berada di jalan Medan Merdeka Timur, satu deret dengan Istana Wakil Presiden-RI dan Kantor Gubernur DKI Jakarta.

Pembangunan BUMN Center ini akan dilaksanakan oleh PT PP Tbk (Persero) di mana perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan kontruksi dan investasi terkemuka di Indonesia.

Pembangunan yang dikembangkan BUMN Center dengan pola sinergi BUMN.  Dengan itu  PTPP Jalin Sinergi Bersama Telkom, Danareksa & Garuda Indonesia  PT PP (Persero) Tbk (Perseroan)  bersama  dengan  PT  Telekomunikasi  Indonesia  (Persero)  Tbk (Telkom),  PT  Danareksa  (Persero)  (“Danareksa”)  dan  PT  Garuda  Indonesia  (Persero)  Tbk  (Garuda Indonesia) telah menjalin sinergi  dalam pembangunan  dan pengembangan  BUMN Center.

Perseroan bersama  Danareksa  dan  Garuda  Indonesia  mengusung  skema  bisnis  Kerja  Sama  Usaha  (“KSU”) dengan share Perseroan dan Danareksa sebesar 95% dan 5% serta Perseroan dan Garuda Indonesia sebesar 95% dan 5%. Berawal  dari  sebuah  visi  untuk  meningkatkan  efisiensi  dan  sinergi  antar  perusahaan  BUMN,  maka Kementerian BUMN mendesain sebuah kawasan perkantoran yang terintegrasi, agile dan modern yang bernama BUMN Center.

Luas lahan yang akan dibangun dan dikembangkan, yaitu sekitar ±24.694 m2 dimana ±9.300 m2 dimiliki oleh Danareksa, ±11.439 m2 dimiliki oleh Telkom dan ±3.955 m2 dimiliki oleh Garuda  Indonesia.  “BUMN  Center  terletak  di  lokasi  yang  strategis  yaitu  berada  di  kawasan Pemerintahan  Pusat  di  tengah  kota  Jakarta  serta  akan  didukung  dengan  berbagai  fasilitas  yang memadai,  antara  lain  modern  agile  office,  communal  outdoor  space,  indoor  communal  space,  green open  space,  healthcare  facilities,  leisure  area,  main  lobby,  food  court,  meeting  room,  ballroom,  dan sebagainya.  BUMN Center dibangun dengan konsep Green Building yang ditargetkan akan mendapat predikat “Gold” setelah  disertifikasi  oleh  lembaga  Green  Building  Council  Indonesia  nantinya,”  ujar  Lukman  Hidayat, direktur utama PT PP di sela acara Ngopi BUMN di Jakarta, Kamis (3/10/2019).

BUMN  Center mengusung  konsep  desain  Burung  Garuda  dimana kepak  kedua  sayapnya  merupakan gedung kembar yang menyerupai sayap burung Garuda yang berada di sebelah kanan dan kiri Gedung Kementerian BUMN, sedangkan kepala dari burung Garuda diwakili oleh Gedung Kementerian BUMN. Pembangunan  BUMN  Center  dilakukan  dengan  pendayagunaan  aset  antara  Kementerian  BUMN, Telkom, Danareksa  dan Garuda Indonesia. Untuk menghadapi persaingan global, Kementerian BUMN bersama  perusahaan-perusahaan  BUMN  membutuhkan  suatu  sarana  untuk  berkomunikasi  dengan cepat yang diwujudkan dalam bentuk fisik berupa working space yang nyaman. Penyelarasan Gedung Kementerian BUMN dan gedung milik BUMN di sekitarnya diharapkan dapat menjadi simbol kerikatan dan keterpaduan seluruh komponen BUMN sebagai sebuah keluarga besar.

Lukman Hidayat menegaskan, BUMN Center ini akan dimulai konstruksi pada tahun 2023, grend disegnnya saat ini sudah selesai. Kita masuk pada tahapan mengurus berbagai perizinan. Tentunya pembangunan gedung di sekitaran Merdeka Timur ini sudah ada ketentuan tidak boleh melebih dari Tugu Monumen Nasional (MONAS) dan juga pula dikawasan ini terdapat pula gedung milik Garuda Indonesia yang dilindungi dengan Undang-Undang seebagai gedung Heritage.

“Jadi dimana gedung Heritage ini tidak bisa dilakukan pemugaran, akan tetapi kita akan tetap mempertahankan gedung Garuda Indonesia ini yang telah dibangun sejak abad 17 atau tahun 1700,” tegas Lukman.

Penulis: Albarsyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here