Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) pada perdagangan hari ini dirpoyeksi bakal berbalik ke zona positif. Hal ini karena adanya faktor penguatan mata uang China, Yuan.
Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di posisi Rp 14.130 per USD atau menguat 20 poin dari penutupan kemarin di tangga Rp 14.150 per USD.
Menurut ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede, keberhasilan yuan menguat atas USD pada akhirnya menjadi sentimen positif bagi mata uang di kawasan Asia, termasuk rupiah.
Seperti diketahui, penguatan yuan juga tak lepas dari pertemuan dagang antara AS dan China yang dilaksanakan pada 10–11 Oktober di Washington DC ini. Hal itu diproyeksi bisa mendongkrak laju rupiah.
Sebenarnya pelaku pasar optimistis perundingan dagang tersebut bisa berjalan mulus dan menghasilkan kesepakatan positif. “Kondisi tersebut memicu yuan serta mata uang di kawasan Asia kembali bergerak positif saat berhadapan dengan the greenback itu,” tuturnya.
Josua menambahkan, pergerakan mata uang Merah Putih juga bakal dipengaruhi oleh angka inflasi AS periode September ini. Jika inflasi AS tersebut di bawah hasil konsensus analis yang sebesar 0,1 persen, maka peluang rupiah untuk kembali menguat juga terbuka. “Untuk itu, kurs rupiah pada hari ini diproyeksi bergerak di rentang Rp 14.125 hingga Rp 14.200 per USD,” kata dia.
Di perdagangan kemarin, kurs rupiah di pasar spot ditutup menghijau 0,16 persen menjadi Rp 14.150 per USD. Sedang untuk kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) juga menaik 0,18 persen ke Rp 14.157 per USD.
Tomy
