TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

BEI: IPO Gojek Cs Paling Mungkin Dual Listing

Nurdian Akhmad
14 October 2019 | 16:16
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness  –  Perusahaan-perusahaan yang berbasis teknologi baik yang sudah berstatus decacorn atau bahkan unicorn diperkirakan bisa melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di dua bursa, di Indonesia dan luar negeri. Atau melakukan dual listing.

Untuk itu, pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkirakan, proses listing di bursa yang paling mungkin adalah melalui mekanisme dual listing. Jadi tak hanya mengandalkan investor dari dalam negeri saja.

Sejauh ini, perusahaan seperti Gojek, Bukalapak atau Tokopedia memang sudah masuk unicorn dan bahkan decacorn. Unicorn sendiri perusahaan dengan valuasi di atas US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun) dan decacorn dengan valuasi di atas US$ 10 miliar atau Rp 140 triliun.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menyebutkan, perusahaan berstatus decacorn bila IPO memang cukup berat bila hanya mengandalkan investor domestik saja.

“Mestinya sih kalau melihat daripada listed untuk yang unicorn-unicorn itu memang kalau [mengandalkan pasar] di Indonesia saja rasanya sophisticated investor mungkin masih belum ya,” tutur Inarno Djajadi, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (14/10/2019).

Makanya, pihaknya pun memperkirakan, bahkan mendorong opsi dual listing bagi perusahaan seperti Gojek, Tokopedia dan Bukalapak, serta yang lainnya.

“Jadi, mau enggak mau ya untuk dilakukan ya dual listing. Jadi enggak di luar saja, tapi di sini juga [listing],” kata dia.

Sebelumnya, dalam beberapa kali kesempatan, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara memperkirakan perusahaan dengan status decacorn seperti Gojek, yang menurut data The Global Union Club, valuasinya mencapai US$ 10 miliar atau Rp 140 triliun, akan sulit bila melangsungkan IPO hanya di dalam negeri, karena emisi yang ditawarkan sangat besar, makanya bakal susah diserap investor.

BACA JUGA:   Di Akhir Pekan, IHSG Lanjutkan Pelemahan

“Kalau sudah decacorn susah IPO di dalam negeri. Susahnya kenapa? Dia kan kalau misalkan [valuasinya] US$ 10 miliar saja, kan kalau dilepas 20 persen, jadi US$ 2 miliar. Itu setara Rp28 triliun, siapa yang mau memakan Rp28 T di dalam negeri,” tutur Rudiantara.

Sehingga, jika dilakukan dengan skema dual listing, menurut Rudiantara, investor ritel di Indonesia juga bisa ikut berpartisipasi membeli saham.

“Jadi nanti kalau ada yang listing di luar negeri, di Hong Kong, Amerika Serikat misalnya, jangan dibilang enggak nasionalis, karena di sini [BEI] memang pasarnya enggak ada yang makan. Kita dorong mereka dual listing di Indonesia, agar yang ritel masyarakat Indonesia juga bisa beli,” tutur dia.

Selain Gojek yang memiliki valuasi US$ 10 miliar dan tertarik untuk IPO, Tokopedia juga dikabarkan berkeinginan untuk menjadi perusahaan publik dalam beberapa tahun ke depan, kendati belum dalam waktu dekat ini. Menurut data The Global Unicorn Club, valuasi Tokopedia sudah sebesar US$ 7 miliar.

Penulis: Tomy

Tags: beiipo
Previous Post

Divestasi Saham Vale sebanyak 20 Persen

Next Post

Garuda Dukung Konferensi Pariwisata Halal di Lombok

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR