Jakarta, TopBusiness – Permintaan global menjadi perhatian khusus investor, sebagai akibat prospek pelemahan pertumbuhan ekonomi. Akibatnya, harga minyak mentah dunia terkena sentimen negatif dan berbuah kurang diminanti dan turun.
Kekhawatiran investor timbul, sebab fase pertama kesepakatan perdagangan antara China dan Amerika tak memberikan resolusi cepat dalam penetapan tarif. Sehingga, investor merasa khawatir bahwa perdagangan dunia mencapai titik ketidakpastian.
Sebelumnya, Pemerintah China sempat mensinyalkan ada diskusi lanjutan diperlukan. Namun sayang sejumlah pejabat di kedua belah pihak menyatakan pekerjaan belum ada kesamaan dan disepakati.
Di London ICE Futures Exchange, jenis minyak brent untuk pengiriman Desember kehilangan USD 0,61 per barel menjadi USD 58,74. Sementara, New York Mercantile Exchange terhadap west texas intermediate untuk pengiriman November USD 0,78 menjadi USD 52,78 per barel.
Penulis: Agus H
