Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksi kembali menguat. Hal ini karena ditopang sentimen positif dari adanya kesepakatan Brexit (British Exit) atau rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di posisi Rp 14.143 per USD atau menguat 0,08% alias 12 poin dari level penutupan kemarin di Rp 14.155 per USD.
Bahkan data dari Bloomberg lagi, mayoritas mata uang Asia juga turut menguat terhadap USD. Pagi ini, Yen Jepang naik 0,01%, dolar Hongkong 0,02%, dolar Singapura 0,04%, dolar Taowan 0,1%, won Korea Selatan 0,61%, peso Filipina 0,04%, rupee India 0,38%, yuan Tiongkok 0,22%, dan baht Thailand 0,06%. Hanya ringgit Malaysia yang melemah 0,02%.
Menurut Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji, apresiasi mata uang NKRI itu terjadi karena adanya depresiasi poundsterling terhadap mata uang Negeri Paman Sam. Di sesi pagi ini, Pounds memerah 0,19% terhadap USD.
“Kondisi rupiah saat ini karena ditopang adanya kesepakatan yang tercapai dalam hal Brexit,” tutur Nafan di Jakarta, Jumat (18/10/2019).
Sehari sebelumnya, pihak Uni Eropa bersepakat dengan Inggris soal pemisahan Negeri Ratu Elisabeth ini dari blok kawasan tersebut. Negosiasi Brexit telah melalui jalan panjang selama 18 bulan.
Pembahasannya kerap terjadi tanpa kesepakatan serta penolakan. Perdana Menteri Inggris sebelumnya, Theresa May gagal mendapat persetujuan parlemen Inggris dan Uni Eropa sampai akhirnya ia mengundurkan diri.
Adapun, Perdana Menteri Inggris yang baru, Boris Johnson bertekad menyelesaikan Brexit pada 31 Oktober hingga akhirnya tercapai.
Nafan menambahkan, kesepakatan ini masih menunggu sikap parlemen Inggris. Jika reaksi parlemen Inggris tak seperti yang diharapkan, rupiah bisa berbalik melemah.
Selain itu, pelaku pasar juga masih menanti rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) China yang diproyeksikan menurun dari 6,2% menjadi 6,1% di kuartal ketiga ini.
“Jika itu terjadi, hal itu akan membuat rupiah berpeluang menguat,” proyeksi Nafan.
Dari domestik, situasi politik yang dipelihara baik pemerintah dinilai pasar menjamin stabilitas fundamental secara efektif. Ia pun memperkirakan pergerakan rupiah hari ini akan berada di kisaran Rp 14.125 – Rp 14.175 per USD.
Penulis: Tomy
