TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Usai RUPSLB, Ini Fokus BEI di Tahun 2020

Nurdian Akhmad
24 October 2019 | 15:30
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyimpulkan, sebagai salah satu Self-Regulatory Organization (SRO), pihak ya akan lebih fokus kembangkan variasi layanan dan produk di pasar modal

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas Perusahaan Tercatat serta peran dan kapasitas Anggota Bursa di tahun 2020.

Menurut Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, serangkaian inisiatif akan direalisasikan BEI dengan mempertimbangkan beberapa asumsi indikator makroekonomi yang disampaikan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2020 yang telah disetujui oleh pemegang saham dalam RUPS-LB hari ini.

“BEI akan terus meningkatkan kinerja perusahaan dalam hal memberikan layanan optimal kepada seluruh pemangku kepentingan melalui penciptaan inovasi-inovasi baru, sehingga mampu mewujudkan infrastruktur kebursaan yang andal dan memfasilitasi pengembangan pasar modal,” kata Inarno di Jakarta, Kamis (24/10).

Dia mengatakan, upaya meningkatkan kinerja tersebut sejalan dengan aspirasi BEI untuk “Menjadi Pusat Penyelenggara Perdagangan Efek yang Terpercaya dan Mendukung Pendalaman Pasar Modal Indonesia”.

Inarno menyebutkan, fokus BEI di 2020 adalah pengembangan Penyelenggara Pasar Alternatif (PPA) dan pengembangan produk serta layanan kebursaan.

“Sebagai tahap awal, BEI berupaya mengembangkan perdagangan obligasi melalui platform ETP baru. Fokus pengembangan produk meliputi optimalisasi produk derivatif (Waran Terstruktur, index futures & single stock futures) dan optimalisasi perdagangan ETF serta pengembangan layanan kebursaan lain,” papar Inarno.

Lebih lanjut dia merincikan, fokus BEI tersebut akan didukung oleh pengembangan sistem penawaran umum elektronik (e-IPO) OJK, dukungan pengembangan Securities Lending and Borrowing (SLB) KPEI dan pengembangan klasifikasi industri baru (Indonesia Stock Exchange Industrial Classification/IDXIC) berdasarkan produk atau eksposur pasar emiten untuk menggantikan klasifikasi industri saat ini (Jakarta Stock Industrial Classification/JASICA) yang masih berdasarkan aktivitas ekonomi.

BACA JUGA:   OJK dan BEI Sepakat Gelaran Pemilu Tak Ganggu Pasar

Selain itu, lanjut Inarno, akan ada penyesuaian mekanisme pre-closing untuk mengurangi volatilitas harga saham pada saat penutupan dan peningkatan teknologi sistem perdagangan untuk mempercepat order routing dan kompabilitas dengan sistem pada bursa global.

“Kami juga akan meningkatkan efisiensi pengembangan sistem perdagangan,” ucapnya.

Pada RKAT 2020, kata Inarno, BEI menargetkan 76 Pencatatan Efek Baru di yang terdiri atas saham, obligasi korporasi, Efek Beragun Aset (EBA), reksa dana saham (ETF), DIRE dan DINFRA.

“BEI terus mendukung penguatan Anggota Bursa (AB) melalui kerjasama sosialisasi publik untuk meningkatkan jumlah investor,” ujar Inarno.

Untuk mendukung AB dalam meningkatkan layanan bagi investor, jelas Inarno, BEI mendukung layanan SLB yang ditawarkan oleh PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), pendanaan efek bagi investor melalui PT Pendanaan Efek Indonesia serta perluasan bisnis AB melalui Perusahaan Efek Daerah untuk memperluas basis investor di daerah.

BEI mengasumsikan, rata-rata nilai transaksi harian saham (RNTH) pada RKAT 2020 sebesar Rp9,5 triliun atau meningkat dari asumsi RKAT 2019 (revisi) sebesar Rp9,25 triliun.

Hal ini didasarkan pada dampak program-program pengembangan pasar oleh seluruh pelaku pasar modal Indonesia, seperti proyek Penyelesaian Transaksi T+2 pada 26 Nov 2018 dan pelaksanaan sosialisasi maupun edukasi kepada masyarakat yang mencapai 5.000 kegiatan per tahun di 3029 Kantor Perwakilan dan 434 Galeri Investasi di seluruh Indonesia.

Selain itu, dampak dari peluncuran produk-produk baru seperti derivatif, Waran Terstruktur dan Indeks (IDX Value30 maupun IDX Growth30) serta dampak positif dari peningkatan kemudahan akses penggalangan dana kepada calon emiten melalui sistem e-Registration (Pencatatan Efek Elektronik), e-IPO dan Papan Akselerasi bagi perusahaan start-up dan UMK untuk penggalangan dana maksimal Rp250 miliar.

BACA JUGA:   BEI Perkuat Ketahanan Pasar dan Literasi Melalui Berbagai Inisiatif Strategis

Memperhatikan seluruh target dan rencana kegiatan BEI di 2020, BEI memproyeksikan total pendapatan yang akan diperoleh sebesar Rp1,19 triliun atau meningkat 1,71 persen dibandingkan total pendapatan RKAT 2019 (revisi) senilai Rp1,17 triliun.

Proyeksi atas biaya usaha BEI pada 2020 sebesar Rp1,02 triliun, sehingga laba sebelum pajak menjadi Rp160,54 miliar. Setelah dikurangi estimasi beban pajak sebesar Rp59,19 miliar, maka perkiraan perolehan laba bersih BEI di 2020 sebesar Rp101,36 miliar.

Total aset BEI pada 2020 diproyeksikan sebesar Rp32,997 triliun atau meningkat 17,3 persen dari RKAT 2019 (revisi) yang berjumlah Rp2,57 triliun. Adapun saldo akhir kas dan setara kas (termasuk investasi jangka pendek) di 2020 diproyeksikan mencapai Rp1,34 triliun.

Penulis: Tomy

Tags: bei
Previous Post

Ini Kinerja Emiten Pelayaran di Tengah Fluktuasi Harga Batubara

Next Post

Menteri ESDM Siap Menerima Masukan Konstruktif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR