Jakarta, TopBusiness—DBS Group Research memproyeksikan penjualan online akan meningkat dengan adanya ‘National Online Shopping Day’ atau Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) di bulan Desember.
Penjualan ritel akan naik saat Natal dan di akhir tahun. Perusahaan ritel bisa meningkatkan penjualan mereka selama masa tersebut, akan tetapi maraknya ritel online dan e-commerce dapat menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan ritel.
“Hal ini dikarenakan program Harbolnas yang jatuh di bulan Desember tentunya menawarkan berbagai program promo menarik dan kemudahan berbelanja secara online,” kata analis DBS Group Research, David Arie Hartono, Andy SIM, dan Cheria Christi Widjaja, dalam keterangan tertulis yang diterima semalam, oleh Majalah TopBusiness.
Analis DBS Group Research tersebut juga menambahkan, meski kontribusi penjualan online terhadap total penjualan ritel belum mencapai angka yang signifikan, berkisar di angka 1-2 persen, namun penjualan online telah tumbuh sangat pesat. Oleh karena itu, untuk bersaing dengan e-Commerce, sebagian penjual ritel offline harus memasuki pasar online juga.”
Penjualan online atau e-Commerce saat ini memiliki peran penting dalam industri ritel Indonesia. Masyarakat yang berbelanja online terus meningkat dan masih akan tetap tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Penyebabnya adalah karena harga yang ditawarkan lebih murah, nyaman, menghemat waktu, bisa memilih lebih banyak produk dan penjual, serta meningkatnya jumlah pengguna internet dan telepon pintar.
Penjualan ritel online di Indonesia diperkirakan akan terus tumbuh, karena didukung oleh pembangunan infrastruktur, tingginya tingkat penetrasi telepon pintar, dan meningkatnya populasi penduduk berpenghasilan menengah.
Para pemain e-commerce, masih menurut para analis tersebut, tidak hanya menjual produk lewat platform Tokopedia, Shopee, Lazada, Zalora, Blibli, atau Bukalapak saja, tetapi juga menjual produk lewat media sosial, seperti Instagram.
(R. Achmad Adhito Hatanto)
