Jakarta, TopBusiness – Sinyal akan pulihnya hubungan transaksi dagang antara Amerika-China dan operasi pengilangan berjalan lambat sehingga menyebabkan harga minyak mentah dunia bergerak variatif.
Diskusi antara pemerintah Amerika dan China terus dikejar, namun besar kemungkinan tak akan mencapai target waktu untuk penandatangan nota kesephamannya di Chile bulan depan.
Badan informasi energi Amerika menilai, operasi pengilangan berjalan melambat pada September untuk pemeliharaan musiman dan masih rendah pada kisaran 85 persen dari total kapasitas.
Di London ICE Futures Exchange, untuk pengiriman Desember terhadap jenis brent terangkat USD 0,02 ke level USD 61,59 per barel. Sebaliknya, di New York Mercantile Exchange, jenis minyak west texas intermediate untuk pengiriman Desember turun USD 0,27 menjadi USD 55,54 per barel.
Penulis: Agus H
