Jakarta, TopBusiness – Semakin menarik investasi di pasar modal membuat jumlah investor baru terus bertambah. Tercatat, dalam lima tahun terakhir, telah tumbuh signifikan, sehinggga total jumlah investor saat ini sudah mencapai 2,2 juta. Dan kabarnya mayoritas terdiri dari kalangan milenial.
Hal ini seperti disampaikan oleh Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djayadi di acara CEO Networking 2019: Embracing the Opportunities in Dynamic Global Economy, di Jakarta, Kamis (31/10/2019).
“Pertumbuhan positif pasar modal kita diikuti pertumbuhan jumlah investor pasar modal. Saat ini jumlahnya 2,2 juta investor dan tumbuh double digit dalam 5 tahun terakhir. Dari jumlah tersebut jumlah milenial, sekitar 60% dari total investor saham dan terus meningkat 3 tahun terakhir,” tutur dia.
Ke depan, kata Inarno, untuk terus mendukung akses pasar modal bagi perusahan di Indonesia, BEI dan SRO (Self Regulatory Organizatioan) lainnya beserta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengusung inisiatif strategis meliputi kemudahan pencatatan perusahan kecil dan menengah untuk go public.
“Kami memberi perhatian dalam hal pendalaman pasar dan meningkatkan kepercayaan dan perlindungan investor untuk mewujudkan pasar modal yang mampu mengelola dana jangka panjang dan bermanfaat untuk seluruh masyarkat Indonesia,” tuturnya.
Lebih lanjut Inarno menegaskan, saat ini banyak perusahaan yang sudah mencatatkan sahamnya di BEI dan sejak awal tahun sudah ada 36 emiten baru yang listing melaui skema initial public offering (IPO). Pihaknya pun akan terus melakukan pendalalam pasar baik untuk menambah jumlah investor maupun jumlah emiten.
“Sejak tahun ini terdapat 36 emiten baru yang menggalang dana melalui pasar modal. Pencapain ini tentu menjadi hal yang patut disyukuri. Makanya kami akan terus mendalami pasar, mendapatkan kepercayaan investor ini untuk mewujudukan pasar Indonesia dan memperluas pasar modal bagi seluruh masyarakat Indonesia,” terangnya.
Tomy Asyari
