Jakarta, TopBusiness – Pada kuartal ketiga 2019, pengeluaran konsumsi rumah tangga masih dominan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi. Di sini, konsumsi rumah tangga menyumbang 2,69 persen dari total pertumbuhan ekonomi 5,02 persen (year on year) di kuartal itu.
“Sementara itu, pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) konsumsi rumah tangga di kuartal ketiga 2019, sebesar 5,01 persen year on year,” kata kepala Badan Pusat Statistik RI (BPS), K. Suhariyanto, di Jakarta hari ini, dalam paparan data ekonomi terbaru kepada media massa.
Dia pun menjelaskan bahwa struktur perekonomian Indonesia masih didominasi konsumsi rumah tangga. Komponen konsumsi rumah tangga mencapai 56,52 persen dari total PDB Indonesia.
Di kuartal ketiga, PDB atas dasar harga berlaku senilai Rp 4.067,8 triliun. Sementara, PDB atas dasar harga konstan senilai Rp 2.818,9 triliun.
Dalam struktur PDB nasional, setelah konsumsi rumah tangga sebesar 56,52 persen, urutan berikut adalah: pembentukan modal tetap bruto (32,2 persen), komponen ekspor barang dan jasa (18,75 persen), komponen pengeluaran konsumsi pemerintah (8,36 persen), komponen perubahan inventori (1,52 persen), dan komponen lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (1, 25 persen).
“Komponen impor barang-jasa sebagai sebagai faktor pengurang PDB, berperan 18,81 persen,” papar Suhariyanto. (Adhito)
