Jakarta, TopBusiness – Sejumlah harga minyak rujukan mengalami tekanan. Pasalnya, kesepakatan perang dagang masih berpotensi mengalami kebutuan.
Presiden Amerika, Donald Trump, mengklaim bahwa pembicaraan transaksi dengan pihak china berjalan dengan sangat baik. Namun begitu, Amerika mensinyalkan akan menciptakan persetujuan jika hal itu adalah tepat untuknya.
Bahkan, pemberitaan seputar bahwa Negara Paman Sam akan bersedia untuk menaikkan tarif sebagai bagian dari perjanjian fase satu adalah sebuah kekeliruan. Sehingga, respon pasar pun berubah.
Di New York Mercantile Exchange, west texas intermediate turun USD 35 sen atau 0,6 persen menjadi USD 56,98 per barel. London ICE Futures Exchange untuk brent negatif USD 39 sen (0,6 persen) ke posisi USD 62,12 per barel.
Penulis: Agus H
