Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG hingga penutupan perdagangan Senin (18/11) di Bursa Efek Indonesia terkoreksi 5,72 poin, atau setara dengan 0,09 persen ke posisi 6.122,625. Pelaku pasar memperhatikan konflik dagang Amerika-China dan lebih memilih konsolidasi.
Pelaku pasar mencerna seputar konflik transaksi dagang antara Beijing dan Washington DC yang sebelumnya sempat mendekati kesepakatan fase pertama. Tapi, akhirnya terjadi penarikan kembali sebab beberapa tarif.
Indeks komposit Jakarta tersebut tak menyentuh zona positif. Selepas pembukaan negatif, indeks melemah 26,17 poin (0,43 persen) ke level 6.102,17 dan jelang sesi penutupan 19,35 poin (0,32 persen) ke level 6.108,99. Dan akhir sesi I ke level 6.111,46 atau kehilangan 16,88 poin (0,28 persen). Lanjut, 13,01 poin (0,21 persen) ke level 6.115,34, dan jelang penutupan sesi II, 26,93 poin (0,44 persen) ke level 6.101,41.
Perdagangan relatif sepi dengan volume mencapai 8.407.113.861 unit saham dan frekuensi 443.716 kali senilai Rp 5,479 triliun. Sejumlah saham mengalami tekanan harga, diantaranya, PT ABM Investama Tbk (ABMM) Rp 30 ke posisi Rp 1.400, diikuti PT Arwama Citramulia Tbk (ARNA) Rp 10 ke posisi Rp 490, dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) Rp 5 ke posisi Rp 1.255 per unit saham.
Penulis: Agus H
