Jakarta, TopBusiness – PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) secara resmi telah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui skema penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).
Dalam proses perdagangan perdananya, emiten yang ke-46 di tahun 2019 ini langsung mengalami auto reject atas, karena melejit hingga 49,77% ke Rp 1.640 per saham dari harga IPO-nya di level Rp 1.095 per saham.
Tercatat, saham perseroan juga diiperdagangkan dengan frekuensi sebanyak 8 kali dan bervolume 80 lot saham, sehingga menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp 13,08 juta.
Dalam pencatatan ini, perseroan menawarkan sebanyak 35 juta saham baru atau sebesar 2,72% dari seluruh total modal disetor penuh setelah IPO dan setelah pelaksanaan konversi Mandatory Convertible Loan (MCL).
Memang bersamaan dengan IPO ini, perseroan akan menerbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan konversi MCL senilai Rp 274 miliar pada tanggal penjatahan sampai dengan tanggal pencatatan dengan jumlah sebanyak 250 juta saham atau setara 19,46% dari total modal disetor setelah IPO ini.
Dengan begitu, menurut Direktur Utama TEBE, Dian Heryandi, dari diilaksanakan konversi MCL bersamaan dengan terjualnya seluruh saham dari IPO ini, persentase kepemilikan publik sebanyak 22,18%. “Dengan jumlah keseluruhan dana IPO yang terkumpul adalah sebesar Rp38,36 miliar,” tutur dia di gedung BEI, Jakarta, Senin (18/11/2019).
Nantinya, dari dana tersebut, kata dia, akan digunakan sekitar 80% untuk kebutuhan modal anak usaha di PT Talenta Bumi dan sisanya sebesar 20% akan digunakan untuk modal kerja.
Masa penawaran umum yang berlangsung di hari Senin, 11 November 2019 lalu itu, diklaim dia mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 3,65x dari total saham IPO TEBE atau oversubscribed sebanyak 265,92x dari porsi Pooling.
Dan dalam proses IPO perusahaan di sektor penyedia jasa infrastruktur dan transportasi batubara itu menunjuk dua perusahaan sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek yaitu PT Victoria Sekuritas Indonesia dan PT Surya Fajar Sekuritas.
TEBE sendiri didirikan sejak tahun 2008 merupakan perusahaan induk yang mempunyai kegiatan usaha utama yaitu berfokus pada penyediaan infrastruktur pertambangan. Perseroan memiliki tiga Entitas Anak yaitu PT Talenta Bumi, PT Talenta Bumi Energi dan PT Pelabuhan Talenta Bumi.
Dari ketiga Entitas Anak yang dimiliki Perseroan, yang saat ini beroperasi untuk melakukan kegiatan usaha adalah Talenta Bumi yang menjalankan usaha berupa penyediaan infrastruktur pertambangan meliputi jalan angkut batubara, penyediaan area pengumpulan sementara batubara (stockpile) dan pengoperasian terminal batubara dan telah beroperasi secara komersial sejak tahun 2013.
Tomy Asyari
