
Jakarta — Bisnis konstruksi akan tetap tumbuh di tahun 2014 yang merupakan tahun politik terkait Pemilihan Umum. Di tahun 2015 pun, selagi situasi politik normal ataupun tidak diikuti gejolak berlebihan, bisnis konstruksi akan tetap tumbuh. Pengurus Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia, Davy Sukamta, mengatakan hal itu di Jakarta hari ini.
Ia mengatakan, masyarakat ataupun pelaku bisnis telah belajar dari pengalaman Pemilihan Umum sebelumnya di mana tidak ada gejolak politik berlebihan. Maka, di Pemilihan Umum 2014, tidak akan ada penundaan permintaan di bisnis konstruksi. “Sejauh ini, saya belum bertemu dengan klien yang menunda proyek terkait Pemilihan Umum 2014,” kata salah satu konsultan rancang bangun termahal di Indonesia itu.
Pelaku bisnis yang menunda langkah karena keberadaan Pemilihan Umum 2009, ia menambahkan, banyak yang belakangan menyesal. Sebab mendatangkan ketertinggalan langkah bisnis.
Lebih jauh Davy mengatakan, pertumbuhan bisnis konstruksi di 2014 minimal sama dengan di 2013. Yang menentukan pertumbuhan adalah tingkat permintaan dari masyarakat. Bukan iklim politik terkait Pemilihan Umum 2014.
Sejauh ini, masyarakat pun tetap optimis terhadap perekonomian. Termasuk di bisnis konstruksi. “Saat nilai tukar Rupiah di Rp 12.000-an pun, tidak ada orang yang menunda bisnis. Mereka berpikir, ‘Ah, nanti kan nilai USD juga turun lagi,'” Davy berkata. (DHIT/WAT)