Jakarta, TopBusiness – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali kedatangan tamu yakni dua emiten baru yang mencatatkan sahamnya di Bursa. Dua perseroan tersebut menjadi Terbuka (Tbk) melalui skema penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).
Emiten pertama adalah PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU). Emiten produsen keju olahan itu di perdagangan perdananya terlihat langsung melambung hingga 50% ke level Rp 1.125 per saham dari harga penawaran umum Rp 750 per saham.
Saat ini, nilai kapitalisasi pasar perusahaan dengan merek dagang keju Prochiz tersebut sebesar Rp 1,69 triliun.
Menurut Direktur Utama KEJU, Sandjaya Rusli setelah menjadi perusahaan publik, perseroan akan menjalankan tata kelola perusahaan yang lebih transparan dan akuntabel.
“Dan ke depan perseroan optimistis akan tetap tumbuh sejalan dengan prospek bisnis industri makanan dan minuman,” tutur dia di gedung BEI, Jakarta, Senin (25/11/2019).
Dalam IPO tersebut, perseroan melepas 100 juta saham baru ke publik dengan harga penawaran Rp 750 per saham. Dengan demikian, dari IPO ini, perseroan meraup dana segar Rp 75 miliar.
Pada saat bersamaan, KEJU juga menerbitkan saham baru dalam rangka pelaksanaan obligasi wajib konversi sejumlah 200 juta saham biasa.
Emiten lainnya yang go public adalah PT Palma Serasih Tbk (PSGO). Di transaksi debutnya, harga saham Palma Serasih langsung terkena autoreject atas karena menguat sampai 69,52% ke level Rp 178 per saham dari harga penawaran umum Rp 105 per saham.
Perseroan melepas 4 miliar saham baru atau setara 20% dari seluruh modal yang ditempatkan dan disetor. Dan dari hasil IPO itu, dana yang dikantongi perseroan akan dipakai untuk meningkatkan modal di beberapa entitas anak usahanya.
Adapun yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Jasa Utama Capital Sekuritas.
Penulis: Tomy
