Jakarta, TopBusiness – Produsen pembalut wanita dan popok, PT Uni-Charm Indonesia Tbk (Unicharm) berencana untuk melepas sahamnya ke publik melalui skema penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).
Lewat aksi korporasi ini, perseroan bakal menawarkan sebanyak-banyaknya 831.314.400 lembar saham pada kisaran harga Rp1.400-1.800 per unit. Atau setara dengan 20 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah penawaran saham perdana dengan nominal Rp100 per saham.
Menurut Presiden Direktur Unicharm, Yuji Ishii, jumlah saham yang akan dilepas ke publik tersebut dengan harga penawaran sekitar Rp1.400-Rp1.800 per saham.
“Sehingga kemungkinan dana yang diincar itu jika dikalikan di kisaran Rp1,1 triliun hingga Rp1,4 triliun,” ujar Yuji di Jakarta, Senin (25/11/2019).
Yuji menambahkan, nantinya dari dana IPO itu sebesar 64,6 persen akan digunakan untuk belanja modal (capex), sebesar 20,6 persen untuk pembayaran utang.
“Dan sisanya sebesar 14,8 persen akan dimanfaatkan sebagai modal kerja,” katanya dengan menambahkan, manajemen Unicharm menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Pihaknya pun optimistis saham Unicharm akan diminati investor, karena klaim dia perusahaannya merupakan pemimpin pasar Indonesia untuk tiga kategori produk utama.
“Dengan pangsa pasar mencapai 49,8 persen untuk produk popok bayi, sebesar 42,1 persen untuk produk pembalut wanita dan sebesar 46 persen untuk popok dewasa berdasarkan nilai pasar ritel 2018,” papar Yuji.
Pada aksi korporasi kali ini, Perseroan menargetkan bisa mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 11 Desember 2019, masa penawaran umum pada 12-13 Desember 2019 dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan bisa terlaksana pada 20 Desember 2019 nanti.
Penulis: Tomy
