Jakarta, TopBusiness – PT Ifishdeco Tbk, emiten pendatang baru yang bergerak dalam bidang pertambangan bijih nikel (nickel ore) hari ini secara resmi mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perseroan yang menggunakan kode saham IFSH itu melepas sahamnya ke publik melalui skema penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).
Terlihat, dalam proses pencatatan perdana, saham IFSH langsung naik 50 persen atau 220 poin ke level Rp660 dari harga perdananya Rp440 per saham. Pergerakan tersebut berasal dari transaksi saham sebanyak 86 kali dengan volume 8.515 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp557,78 juta.
Menurut Presiden Direktur IFSH, Oei Harry Fong Jaya, perseroan menjadi perusahaan terbuka dengan melepas saham sebanyak 425.000.000 saham baru atau setara dengan 20% modal disetor dan ditempatkan Perseroan. Dengan harga awal Rp440 per lembar saham.
“Ini merupakan key milestone dalam perjalanan Ifishdeco untuk melangkah sebagai perusahaan publik yang accountable, transparan dan bertanggungjawab kepada seluruh investor, masyarakat dan seluruh stakeholders dalam menjalankan bisnis kedepan,” ujar dia di gedung BEI, Jakarta, Kamis (5/12/2019).
Dari proses IPO ini, kata dia, jumlah dana yang dikantongi perseroan adalah Rp187 miliar.
“Kami berterimakasih atas kepercayaan dari pemegang saham yang telah berpartisipasi dengan berinvestasi di saham IFSH,” katanya.
Untuk itu, perseroanyakin, dana yang dihimpun dari masyarakat melalui proses IPO ini akan mendorong pertumbuhan dan pengembangan bisnis Ifishdeco dan Perusahaan Anak, sehingga semakin baik di masa yang akan datang.
“Dengan begitu, perseroan bisa senantiasa menjaga performa keuangan agar ke depannya dapat membagi dividen kepada para pemegang sahamnya,” ungkap Oei Harry.
Nantinya, penggunaan dana yang diperoleh dari hasil IPO ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi efek, sebagian besar akan digunakan Perusahaan Anak yaitu PT Bintang Smelter Indonesia (PT BSI) untuk down payment (DP) pembelian mesin RKEF (Rotary Kiln-Electric Furnace).
Ini dilakukan guna mengembangkan kapasitas produksi mesin pengolahan dan pemurnian bijih nikel untuk menghasilkan produk feronikel (FeNi)
Lina Suti, Komisaris Utama PT Ifishdeco Tbk menambahkan, langkah untuk masuk Bursa ini adalah bagian strategis perseroan dan Perusahaan Anak (BSI) dalam meningkatkan kapasitas pabrik dan tata kelola perseroan yang lebih baik.
Sebelumnya, saham IFSH mendapat respons yang sangat baik dari publik dengan mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) melebihi ekpektasi yang diharapkan oleh Perseroan.
Dari sisiku erja perusahaan, kata Lina, tambang bijih nikel masih dapat bertumbuh seiring dengan membaiknya harga nikel berdasarkan London Metal Exchange dalam beberapa bulan terakhir.
Ditambah, dukungan pemerintah juga cukup bagus dalam menstimulus perusahaan-perusahaan dalam negeri untuk membangun dan mengembangkan smelter agar meningkatkan nilai jual produk olahan nikel tersebut.
Penulis: Tomy
