Jakarta, TopBusiness – Pasar merupakan tempat dimana banyak orang mencari nafkah. Sayangnya, masih banyak pasar rakyat yang belum memenuhi aspek kenyamanan bagi pengunjungnya. Untuk itu, diperlukan komitmen yang kuat dari pemerintah dan pengelola pasar untuk merevitalisasi pasar rakyat.
Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian Badan Standardisasi Nasional (BSN), Heru Suseno memaparkan pentingnya revitalisasi pasar rakyat menuju pasar rakyat ber-SNI dalam Diskusi Panel Sinergi Menuju Penerapan SNI 8125:2015 Pasar Rakyat Guna Meningkatkan Daya Saing Pasar Rakyat di Balaikota Bogor, Rabu (4/12/2019).
Diskusi Panel ini dibuka oleh Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto dan dihadiri oleh perwakilan lembaga pengelola Pasar di Provinsi Jawa Barat.
Pemerintah, dalam hal ini adalah Kementerian Perdagangan, memiliki target revitalisasi 5.000 pasar rakyat dalam kurun waktu tahun 2015-2019. Salah satu upaya yang dilakukan adalah bagaimana pasar-pasar tersebut menerapkan SNI Pasar Rakyat. “Tidak Hanya infrastrukturnya saja, tetapi SNI secara keseluruhan,” ujar Heru.
SNI Pasar Rakyat dapat mempermudah pelaku pasar dalam mengelola, membangun pasar secara profesional, dan memberdayakan komunitas pasar. Dalam SNI Pasar Rakyat ada persyaratan umum, persyaratan teknis, serta persyaratan pengelolaan. “Diantara persyaratan pengelolaannya adalah harus ada struktur, tupoksi, serta pemberdayaan pedagang,” jelas Heru.
Heru percaya, SNI Pasar Rakyat dapat mengubah image Pasar Rakyat yang kerap kali diidentikkan dengan pasar yang becek, kumuh, dan lain-lain. “Dengan menerapkan SNI Pasar Rakyat, maka pasar akan menjadi tempat yang nyaman dan semoga akan ramai lagi seperti dahulu,” harap Heru.
Hingga saat ini, tercatat sudah ada 34 Pasar Rakyat yang menerapkan SNI Pasar Rakyat. Agar proses pembukaan pasar berjalan efektif, BSN pun menggandeng stakeholder yang memiliki concern pada dalam kesejahteraan masyarakat. “Kami bekerja sama dengan Yayasan Danamon Peduli dalam pendampingan pada beberapa pasar, salah satunya Pasar Bunder di Sragen,” terangnya. Ia pun berharap, pasar-pasar yang ada di Provinsi Jawa Barat, khususnya di Kota Bogor, dapat mengikuti langkah Pasar Bunder untuk menerapkan SNI Pasar Rakyat.
Dalam kesempatan ini, Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto menyampaikan harapannya akan revitalisasi pasar di Indonesia, khususnya di Kota Bogor. “Saat ini, kita berada dalam revitalisasi pasar tahap 1, dari fase pasar sebagai tempat mencari nafkah menjadi pasar sebagai tempat ekonomi, dalam artian tidak ada lagi pencari nafkah illegal,” ujar Arya. Revitalisasi tersebut tidaklah mudah, namun bukan berarti tidak dapat dilaksanakan. “Kepentingan publik harus diatas segalanya,” tukasnya.
Pemerintah Kota Bogor sendiri telah berkomitmen untuk meningkatkan daya saing pasar rakyat. Ditargetkan, tahun 2020 minimal ada 2 pasar rakyat yang memenuhi SNI, yaitu Pasar Gunung Batu dan Pasar Kebon Kembang. “Kami mendukung 100% revitalisasi pasar rakyat menjadi pasar rakyat ber-SNI,” tegas Arya, dalam siaran persnya.
albarsyah
