
Jakarta, businessnews.id — Daerah yang sebenarnya potensial untuk industrialisasi di Indonesia, selama ini, ibaratnya hanya menjadi penonton. Sebab, industrialisasi lebih banyak terkonsentrasi di Pulau Jawa.
“Itu pun, lebih terfokus ke DKI Jakarta dan Jawa Barat. Maka sudah saatnya industri didorong ke non-Pulau Jawa di masa pemerintahan sekarang,” kata Vice Chairman Badan Promosi dan Investasi Palu, Fahmi Shahab, di Jakarta akhir pekan lalu.
Fahmi, dalam percakapan dengan BusinessNews Indonesia, berkata bahwa Sabang sebenarnya sangat bagus untuk industri. Sayangnya, infrastruktur di sana kurang mendukung untuk adanya kawasan industri.
“Kemudian, Maluku itu sangat baik untuk industrialiasi hasil sumber daya alam dari laut. Tapi juga terbentur infrastruktur yang kurang memadai untuk kawasan industri,” kata Fahmi yang juga direktur eksekutif Himpunan Kawasan Industri.
Bila teknologi yang dimiliki Indonesia kurang memadai, bisa mengundang investor asing. Tapi pihak lokal harus tetap menjadi mayoritas dalam kerja sama itu.
Untuk pertumbuhan ekonomi, Indonesia sudah saatnya mengintensifkan hilirisasi di kawasan yang potensial untuk industri tersebut. Jadi, kawasan tersebut jangan sekadar menjadi eksportir sumber daya alam mentah.
“Sekarang ini yang dikenal sebagai pemain cokelat dunia, justru Belgia. Sementara, kita termasuk produsen besar kakao, bukan?”
Dengan semua fakta itu, masih kata Fahmi, mengintensifkan industrialisasi ke seluruh Indonesia tidak cukup dalam satu periode pemerintahan. Di sini, koordinasi bersifat menyeluruh sangat dibutuhkan.
Penulis/Peliput: Achmad Adhito
Editor: Achmad Adhito