TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

CANI Klaim Bisa Laba Dua Tahun ke Depan

Agus Haryanto
10 December 2019 | 10:33
rubrik: Capital Market
CANI Klaim Bisa Laba Dua Tahun ke Depan

Jakarta, TopBusiness – Emiten sektor pelayaran, PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI) sejauh ini masih mengalami kinerja yang berat. Tercatat, hingga semester I-2019, perseroan masih mengalami kerugian komprehensif mencapai US$ 4,23 juta.

Untuk itu, dengan kondisi kinerja keuangan yang seperti itu, dalam dua tahun ini perseroan tak lagi menambah kapal baru, justru melakukan strategi penjualan kapal-kapal yang ada.

“Sepanjang 2018-2019 ini, perseroan tak menambah unit armada kapalnya, justru kita menjual dua armada kapal, sehingga saat ini memiliki 56 armada dan dua unit crawler crane,” tutur Direktur Independen CANI, Jansen OR Warokka, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (9/12/2109).

Strategi penjualan kapal ini, kata dia, untuk mengurangi beban perusahaan yang cukup berat. Dan baru akan beli kapal baru di tahun depan. “Kondisi utilisasi kapal juga kan cuma 20-30 persen. Jadi kita akan jual kapal dan beli kapal baru kemudian 5-10 tahun kita jual lagi,” kata dia.

Dengan begitu, perseroan mengklaim sesuai proyeksi di internal mereka baru akan mendulang laba dalam dua tahun ke depan. “Iya dua tahun ke depan bisa laba. Makanya kita lakukan restrukturisasi kapal kita. Karena saat ini bisa pelayaran cukup berat, apalagi sudah dilarang untuk ekspor barang mineral. Jadi pasar kita nantinya lebih ke domestik saja,” keluh dia.

Sementara itu, terkait sumber pendanaan untuk berinvestasi kapal-kapal baru itu, kata Jansen, hanya mengandalkan dana hasil penjualan kapal dan mengandalkan partner baru dari pihak luar.

Namun demikian, dirinya masih enggan untuk menyebut nilai investasi dan jenis kapal yang akan dibelinya. “Masih rahasia, tahun depan baru kita ekspos. Nanti ketahuan kompetitor. Untuk dana investasi bersumber dari jual kapal itu. Kalau pendanaan pihak ketiga (perbankan) sih belum tahu juga,” kata Jansen.

BACA JUGA:   3 Hari Perdagangan Minggu Ini, Indo Premier Rekomendasi 16 Saham

Terkait pasar kapal bekas sendiri, lanjut dia, cukup besar. Terutama di negara-negara seperti Myanmar, Afrika Selatan, dan beberapa negara lainnya. “Itu pasarnya masih bagus. Kita ada untung dari situ. Karena sistemnya selain langsung kita jual juga ada sewa-jual. Kita sewa dulu baru kemudian dijual,” pungkasnya.

Hingga akhir 30 Juni 2019, rugi komprehensif CANI sebesar US$ 4,23 juta. Hal ini karena adanya penurunan pendapatan dan kenaikan rugi kotor yang masing-masing sebesar US$ 43,17 ribu dan US$ 234,38 ribu.

 

Tomy

Previous Post

Juni 2020, Revitalisasi Pasar Prawirotaman Ditargetkan Selesai  

Next Post

Rupiah Perkasa di Sesi Pagi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR