Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini di proyeksi masih akan melanjutkan penguatan ya seperti kemarin. Hal ini karena posisi USD sendiri mulai dit tren menurun.
Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah di UKA di posisi Rp13.995 per USD. Angka itu berarti alami penguatan 15 poin atau 0,11% dari penutupan kemarin di level Rp14.010 per USD. Dalam 1,5 jam pertama tampak rupiah masih stabil di posisi tersebut.
Menurut analis pasar uang senior dari Vibiz Research Center, Alfred Pakasi penguatan rupiah ini memang terjadi sementara. Hal ini karena USD sendiri mulai turun usai menanjak di sesi sebelumnya.
“Dollar tampak mulai turun lagi di pasar uang Eropa setelah rebound di sesi pasar sebelumnya yang dipicu oleh data tenaga kerja AS yang solid,” tutur dia di Jakarta, Selasa (10/12/2019).
Kata dia, untuk Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, selama perdagangan kemarin turun ke level 97,64, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,70.
Sementara laju rupiah hingga sesi penutupan Senin sore itu terpantau tambah perkasa dibandingkan sesi paginya, sementara dollar AS di pasar Eropa terkoreksi lagi setelah rebound di sesi global sebelumnya.
Rupiah terhadap dollar AS kemarin menguat 0,16% ke level Rp14.015 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp14.038.
Hal yang sama juga terjadi terhadap IHSG Senin di akhir sesi, terpantau menguat 0,11% atau 6,924 poin ke level 6.193,792, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya menguat di tengah turunnya data ekspor China.
Dengan kondisi demikian, ujar dia, dollar AS terhadap mata uang Merah Putih itu dalam pekan ini diproyeksi tetap melemah, dengan dollar di pasar Eropa agak menurun setelah rebound. “Sehingga, rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam kisaran antara Rp13.995-Rp14.100 per USD,” tegas Alfred.
Tomy
