Jakarta, TopBusiness – Emiten pendatang baru, PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) baru saja resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai perusahaan terbuka ke-52 di tahun ini.
Saat memulai transaksi perdananya, saham IFII langsung melonjak ke titik autorejection atas (ARA), hal ini karena menguat sebesar 69,5 persen ke level Rp178 dari harga penawaran di posisi Rp105 per saham.
Berdasarkan data perdagangan BEI, terpantau kenaikan harga saham perusahaan bidang industri medium density fibreboard (MDF) tersebut ditopang oleh volume transaksi sebanyak 103 lot. Sehingga, nilai transaksi emiten tersebut tercatat senilai Rp1,8 juta.
IFII sendiri menjadi perusahaan terbuka melalui skema penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Dalam aksi korporasi ini, IFII melepas saham ke publik sebanyak 1.412.000.000 lembar dengan nilai nominal Rp100 dan harga penawaran senilai Rp105 per saham.
Dengan begitu, Indonesia Fibreboard mampu mengantongi dana segar dari masyarakat sebesar Rp148,26 miliar.
Rencananya, sebesar 64 persen dari dana hasil IPO itu akan digunakan untuk pelunasan seluruh sisa pokok utang dan bunga berjalan pada Bank Nord/LB. Sedangkan, sebesar 18 persen untuk pelunasan sisa uang muka belanja modal (capital expanditure/capex) dan sisanya akan dimanfaatkan untuk modal kerja IFII.
Dalam aksi korporasi tersebut, manajemen Indonesia Fibreboard menunjuk PT Investindo Nusantara Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Tomy
