Jakarta, TopBusiness – PT MRT Jakarta pada 11 Desember lalu menggelar Diskusi Publik “Evaluasi 9 Bulan Operasional MRT Jakarta” yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.
Diskusi ini menghadirkan narasumber Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta (Perseroda) Muhammad Effendi, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo, Akademisi Universitas Indonesia Alviansyah, Pendiri Forum Diskusi Transportasi Jakarta Yusa Cahya Permana, Kepala Kemitraan Strategis dan Analis Bisnis Fajar Widi, dan Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia Harya S. Dillon sebagai moderator.
Acara ini dihadiri setidaknya 50 orang dari berbagai unsur seperti Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ), Gerakan Aksesibilitas Umum Nasional (GAUN), Bike to Work, Koalisi Pejalan Kaki, Thisable, dan Yayasan Autism Indonesia, Holaback, dan Indonesian Railway Preservation Society (IRPS).
“Gelaran diskusi publik ini sebagai mekanisme untuk mengumpulkan informasi dan rekomendasi yang nantinya akan digunakan untuk peningkatan layanan pelanggan agar jumlah penumpang meningkat,” jelas Muhammad Effendi.
“Dari diskusi publik ini juga diharapkan setiap narasumber dan peserta dapat memberikan respons dan rekomendasi konstruktif demi perbaikan pelayanan dan fasilitas di MRT Jakarta. Dengan begitu, diharapkan akan meningkatkan jumlah penumpang dan harapannya juga terhadap meningkatnya kepuasan pelanggan terhadap layanan MRT Jakarta,“ tutur Muhammad Effendi.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo menyampaikan empat hal yang harus diperhatikan sejak tahap perencanaan, pengorganisasian, implementasi, dan kontrol dalam pengelolaan transportasi publik seperti MRT Jakarta.
“Pertama, kita harus berpikir efektif. Kedua, efisien, sehingga bila kedua hal ini sudah dilaksanakan, hal ketiga, cost efficiency dan keempat, sustainability, dapat terlaksana dengan baik,” ujar dia.
“Saat ini pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mengubah paradigma membangun kota dari car oriented development menjadi transit oriented development dengan langkah seperti revitalisasi trotoar, akses first and last mile dalam bentuk jalur epeda, serta peningkatan kualitas dan kuantitas transportasi publik, agar lebih banyak lagi masyarakat yang berpindah menjadi pengguna transportasi umum untuk kegiatan sehariharinya,” tutur Syafrin.
Mengacu pada angkat tersebut, PT MRT Jakarta sebagai operator kereta yang menjunjung tinggi premium services, menggelar acara Diskusi Publik ‘Evaluasi 9 Bulan Operasional MRT Jakarta’ dengan menggandeng Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, akademisi, dan organisasi pemerhati transportasi yang berlangsung di Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta. Dalam memenuhi pengoperasian dengan standar pelayanan minimum, PT MRT Jakarta mengedepankan lima pilar penting, yaitu keselamatan, keamanan, ketepatan waktu, pelayanan dan kenyamanan.
Acara diskusi publik ini bertujuan untuk mengumpulkan respon dan rekomendasi konstruktif demi peningkatan kualitas pelayanan dan kenyamanan fasilitas MRT Jakarta, dimana dua poin tersebut memiliki porsi penting dalam menentukan keberhasilan dalam sistem perkeretaapian yang baik dan terkontrol. Dengan diadakannya kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan jumlah penumpang MRT Jakarta.
Corporate Secretary Division Head PT MRT JakartaMuhamad Kamaluddin mengatakan, MRT Jakarta hadir sebagai sarana yang mendukung mobilitas perkotaan dengan memperhatikan aksesibilitas dan konektivitas demi menuju transportasi publik yang inklusif serta berkelanjutan.
