TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pasar Yakin Rupiah Lanjutkan Penguatan

Agus Haryanto
18 December 2019 | 09:47
rubrik: Capital Market
Sentimen Positif AS Bakal Picu Rupiah di Zona Merah

Foto: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksikan bakal kembali melanjutkan penguatan seiring dari tren USD yang masih lunglai. Kondisi itu dipicu karena detail kesepakatan terkait perang dagang AS-China masih belum jelas.

Namun begitu, di sesi pagi laju mata uang Garuda itu tampak lunglai. Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka di posisi Rp 14.000 per USD atau menguat tipis 3 poin dari penutupan sebelumnya di tangga Rp 13.997 per USD. Dalam satu jam pertama, mata uang NKRI mulai terapresiasi ke posisi Rp13.999 atau menguat 0,02%.

Analis PT Platon Niaga Berjangka Lukman Leong menyrbutkan, penguatan rupiah itu didorong oleh indeks dolar AS yang masih melemah. “Pelemahan dollar AS itu karena detail kesepakatan dagang belum ada kejelasan,” tutur Lukman di Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Akhir pekan lalu, AS dan China mengumumkan kesepakatan dagang tahap pertama. AS sepakat membatalkan tarif baru pada barang China senilai USD 160 miliar dan memotong setengah dari bea masuk untuk barang-barang senilai USD 120 miliar.

Sementara di sisi lain, China juga berjanji meningkatkan pembelian barang pertanian AS sebesar USD 32 miliar dalam dua tahun. Namun, kesepakatan lainnya seperti permasalahan hak kekayaan intelektual hingga akses pasar keuangan China yang sebelumnya diminta AS belum dijabarkan.

Dengan kondisi itu, sentimen kesepakatan dagang AS dan Chian itu masih mewarnai pergerakan rupiah hari ini.  Ditambah lagi, pergerakan rupiah juga di dorong sentimen data produksi yang membaik dan progres Brexit yang belum jelas.

Pada perdagangan Selasa (17/12) kemarin, rupiah menguat tipis 0,1% ke posisi Rp 13.996 per USD. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR menempatkan posisi rupiah di posisi Rp 14.018 per USD.

BACA JUGA:   Indeks Perlihatkan Pengurangan Poin

Mengutup Bloomberg, mata uang Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Won Korea melesat 0,52%, dolar Taiwan melaju 0,21%, peso Filipina menguat 0,08%, dan dolar Hong Kong perkasa 0,03%. Sementara itu, yen Jepang melemah 0,05%, Thailand dan yuan Tiongkok lunglai masing-masing 0,03%, sedangkan ringgit Malaysia stabil.

Adapun kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau JISDOR menempatkan posisi mata uang Garuda itu di posisi Rp 14.018 per USD, melemah dari posisi kemarin Rp 14.004 per USD.

Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar pun optimis rupiah akan menguat tipis pada perdagangan hari ini di kisaran Rp 13.980 hingga Rp 14.020 per USD.

 

Tomy Asyari

Previous Post

Konflik Dagang Amerika-China tak Ganggu Bisnis PBRX

Next Post

IHSG Turun Tipis 1,03 Poin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR