
Jakarta, businessnews.id — Bank Danamon Indonesia mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 7% menjadi Rp 139 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2014. Itu dijelaskan oleh Presiden Direktur Bank Danamon, Henry Ho, di Jakarta (16/10/2014).
Sementara, laba bersih setelah pajaknya mencapai Rp 2,532 triliun pada sembilan bulan pertama tahun 2014, dengan pendapatan bunga bersih atau net interest income sebesar Rp 10,2 triliun untuk waktu yang sama.
Di situ, rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR/loan to deposit ratio) membaik menjadi 91,3% dari 99% pada tahun sebelumnya.
“Itu sejalan dengan naiknya total pendanaan sebesar 10% yang didorong oleh pertumbuhan deposito sebesar 19%,” katanya Henry.
“Kuartal ketiga tahun ini adalah masa yang menantang bagi perekonomian Indonesia, dengan turunnya harga komoditas dan lemahnya kinerja ekspor yang membatasi ruang untuk ekspansi bisnis. Hal ini berdampak pada turunnya permintaan kredit, sehingga industri perbankan mencetak pertumbuhan yang konservatif pada kuartal kertiga tahun ini,” dia menambahkan.
Pertumbuhan kredit Danamon pada sembilan bulan pertama tahun 2014 disertai dengan kualitas aset yang terjaga.
“Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) berada pada posisi 2,4% pada akhir bulan September 2014, dibandingkan dengan 2,2% pada periode yang sama tahun sebelumnya,” dia berkata lagi.
Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau loan to deposit ratio (LDR) mencapai 91,3%, membaik secara signifikan dibandingkan 99% pada akhir September tahun 2013.
Sementara itu, rasio kredit terhadap total pendanaan Danamon secara konsolidasi (consolidated loan to total funding) berada pada posisi 85,9% pada akhir bulan September 2014 dibandingkan 88,4% pada periode yang sama tahun lalu.
“Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) konsolidasi Danamon berada pada posisi 17,9%; CAR standalone berada pada posisi 18,2% pada akhir bulan September 2014.”
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Editor: Achmad Adhito