
Jakarta, businessnews.id — Investor pasar modal, terutama investor asing, mulai terlihat meragukan kemampuan kepemimpinan presiden terpilih RI, Joko Widodo (Jokowi).
Hal itu ditandai dengan kekalahan Koalisi Indonesia Hebat yang terdiri dari partai-partai pengusung pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla (JK) di parlemen. Seperti dalam pemilihan Ketua MPR, DPR, dan disetujuinya Rancangan Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah (RUU Pilkada) menjadi undang-undang.
“Rentetan kekalahan diikuti oleh turunnya IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) dan nilai tukar Rupiah USD,” kata ekonom Bank DBS Indonesia, Gundu Cahyadi, di Jakarta (16/10/2014).
Gejala tersebut menunjukkan, investor terlalu berharap banyak kepada kepemimpinan Jokowi. Namun, koalisi tersebut tak mampu berbuat banyak di parlemen. Sehingga, platform ekonominya diduga akan sulit berjalan.
“Adanya kekuatiran dari pasar atas efektivitas dan kelancaran program pemerintahan baru, turut menjadi salah satu faktor merosotnya Rupiah dan IHSG.”
Dia menambahkan, hilangnya kepercayaan investor itu terlihat dalam satu bulan terakhir.
Saat pertarungan Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih terjadi di parlemen, pelemahan nilai tukar Rupiah pun terjadi.
“Jika dibandingkan dengan mata uang Asia lainnya, penurunan Rupiah terburuk kedua setelah Won Korea Selatan. Dalam satu bulan terakhir, Rupiah merosot 4 persen, padahal mata uang Asia lainnya hanya merosot 2 persen.”
Sedangkan, IHSG menurun 4,6 persen, lebih besar dibanding rata-rata penurunan indeks saham di Asia sebesar 3 persen.
Sehingga ia berharap, investor jangan terlalu berharap banyak pada Jokowi.
“Investor terlalu berharap banyak kepada Jokowi, ini tidak benar. Seharusnya kita berharap membuat kebijakan-kebijakan baby step yakni langkah kecil, namun kebijakan itu dapat berjalan,” terang dia.
Kebijakan itu seperti reformasi energi, misalnya mencabut subsidi BBM (bahan bakar minyak).
Langkah kedua, melakukan pengaturan ulang di sektor manufaktur agar bisa bersaing di tingkat Asean, dan meningkatkan anggaran infrastruktur.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Editor: Achmad Adhito