
Jakarta, businessnews.id —– PT Pegadaian menunggu persetujuan Kementerian BUMN (Badan Usaha Milik Negara) atas revisi anggaran tahun 2014. Hal itu dilakukan untuk merespons turunnya harga emas yang menopang 97 persen bisnis Pegadaian.
Menurut Direktur Utama Pegadaian, Suwhono, di Jakarta hari ini (20/10/2014), revisi itu dilakukan untuk menanggapi turunnya harga emas hingga April 2014.
Alasan kedua, karena biaya dana makin mahal. Di sini, imbal hasil surat utang naik dari 9,5 persen menjadi 9,75 persen.
Ia mengakui, hal lain penyebab revisi itu karena faktor internal, yakni program kerja yang belum selesai. Seperti beberapa bisnis baru di sektor properti yang diharapkan operasional pada Januari 2014, ternyata mundur.
“Itu tiga hal yang menjadi dasar revisi kami. Disetujui, tentunya alhamdulillah. Namun kalau tidak, menjadi PR kami tahun depan.”
Ia menambahkan, revisi pendapatan tahun 2014, dari Rp 2,2 triliun menjadi Rp 1,5 triliun. Sementara, angka itu sampai September 2014 baru mencapai Rp 900 miliar. “Kalau hingga pertengahan Oktober, sudah capai Rp 1-an triliun. Saya lupa [angka] pastinya,” terang dia.
Untuk tahun depan, tantangan Pegadaian akan semakin berat seiring meningkat biaya dana akibat imbal hasil surat utang yang naik.
”Jadi kalau harga emas naik, menjadi windfall bagi kami,“ dia menjelaskan.
Pihaknya berharap dapat melakukan pengembangan bisnis melalui pemanfaatan nasabah yang sudah membesar, sembari mencari sektor usaha yang tidak membutuhkan tambahan modal.
”Jadi, usaha baru yang menghasilkan income tanpa tambahan biaya,” dia berkata.
Penulis/Peliput: AbdulAziz
Editor: Achmad Adhito