Jakarta, TopBusiness—Pengamat properti Panangian Simanungkalit memprediksi bahwa sektor properti berkemungkinan membaik pada tahun 2020. Ada sejumlah faktor penyebab hal itu.
“Yakni, tahun politik sudah selesai,” kata Panangian di kantornya di Jakarta, akhir pekan kemarin, dalam wawancara dengan wartawan Majalah TopBusiness.
Faktor lainnya adalah tren penurunan suku bunga kredit. Kemudian, sudah ada pelonggaran nilai DP (down payment) kredit pemilikan properti oleh regulator.
“Tahun 2020, BI Rate bisa lebih rendah lagi. Selain itu, efek penurunan DP tersebut terasa di tahun 2020,” papar Panangian.
Menurut Panangian, situasi sektor properti pada tahun 2019, tidak lebih baik daripada di tahun 2018. Satu indikator hal itu terlihat dalam hal kenaikan harga hunian baru.
“Pertumbuhan harga tersebut di tahun 2019, paling-paling di kisaran 3%. Itu pun untuk hunian yang harganya di bawah Rp 1 miliar. Sedangkan yang harganya di atas itu, malah harganya turun,” papar dia.
Sulit Tumbuh Tajam
Panangian pun memprediksi bahwa, untuk tumbuh tajam seperti di tahun 2012-an, terbilang sulit bagi sektor properti. Hal ini terkait beberapa hal. Satu di antara itu adalah pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) Indonesia yang belum mencapai setidaknya 6%.
Saat ini, cukup berat bagi Indonesia untuk mendapatkan pertumbuhan PDB di angka tersebut. Booming sektor properti di tahun 2012-an, lebih disebabkan booming harga sejumlah komoditas. Jadi, bukan disebabkan bagusnya fundamen ekonomi Indonesia.
“Dengan booming harga komoditas tersebut, devisa Indonesia bertambah. Dan masyarakat lantas bergairah membeli properti,” papar mantan staf khusus menteri perumahan rakyat RI tersebut.
Foto: Rendy MR/TopBusiness
