Jakarta, TopBusiness – Emiten pengelola jalan tol, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) tetap optimistis bisnis perseroan masih tetap tumbuh di tahun depan. Untuk itu, pihaknya tetap berencana melanjutkan proyek-proyek perseroan yang belum selesai.
Dan agar rencana itu berjalan mulus, perseroan bakal menganggarkan belanja modal (Capital expanditure/capex) di tahun 2020 mencapai Rp6,35 triliun.
Dimana sebanyak Rp4 triliun akan digunakan untuk menggarap proyek jalan tol Harbour Road II pada kuartal II tahun depan. Proyek jalan tol sepanjang 9,67 kilometer itu menghubungkan tol Pluit hingga Ancol dan diperkirakan mulai beroperasi pada 2022 nanti.
“Kebutuhan investasi proyek Harbour Road II sendiri mencapai Rp13,55 triliun. Makanya tahun depan kami siapkan capex Rp6,35 triliun, dimana yang Rp4 triliun untuk proyek Harbour ini,” tutur Direktur Keuangan dan Independen CMNP, Muhdhor Nurohman di Jakarta, akhir pekan lalu.
Sementara untuk sumber pendanaan perseroan sendiri sejauh ini masih mengandalkan skema contractor pre financing (CPF).
“Iya dananya itu sudah ada skemanya untuk strategi pendanaan itu. Kami sudah merencanakan akan menggunakan sistem CPF,” kata dia.
Perseroan sudah mendapatkan Surat Izin Prinsip Menteri Penambahan Lingkup dan sedang menunggu persetujuan Bina Marga terkait Berita Acara Basic Design dan Penambahan Lingkup Jalan Tol Harbour Road II.
Sejauh ini, CMNP sudah memiliki enam konsesi jalan tol dengan total panjang 143,09 km untuk jalan utama dan 39,39 km untuk jalan akses. Dan secara kinerja, kendati laba bersih tertekan, perseroan masih mencatatkan kenaikan ekuitas dan EBITDA.
Hingga akhir tahun nanti, laba bersih perseroan sebesar Rp529 miliar atau merosot dari tahun sebelumnya yang di angka Rp731 miliar. Namun untuk ekuitas masih positif dari Rp6,84 triliun kemungkinan menjadi RpRp7,44 triliun. Sedang EBITDA dari Rp1,09 triliun di akhir 2018 menjadi Rp1,14 triliun di akhir 2019 nanti.
Dan penyebab tertekannya net income perseroan karena kewajiban perseroan untuk membayar bunga dari utang yang ada. “Pada 2018 kita mengambil utang baru untuk proyek Depok-Antasari. Dan di tahun ini bunga dari utang itu dikapitalisasi menjadi beban keuangan,” tandas dia.
Meski begitu, secara rasio kinerja keuangan perseroan masih positif. Seperti rasio lancar masih di angka 2,04 kali, rasio Debt to Equity Ratio (DER) juga masih 1,04 kali dengan rasio net profit margin sebesar 20%.
“Peningkatan performa keuangan ini sejalan dengan optimalisasi dan pengembangan bisnis CMNP Group disertai dengan struktur permodalan yang kuat,” pungkas Muhdhor.
