
Jakarta, businessnews.id —– Penundaan pengumuman kabinet pemerintahan 2014-2019 kemarin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebabkan nilai tukar Rupiah terhadap USD melemah (berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, nilai tersebut turun dari Rp 12.000,026 ke Rp 12.000,034—red.).
“Pelemahan itu bersamaan dengan penguatan USD di Asia kemarin sore,” kata Analis Samuel Sekuritas, Rangga Cipta, di Jakarta pagi ini.
Rangga, dalam risetnya, mengatakan bahwa kini belum ada tanda-tanda pengumuman kabinet seperti yang dijanjikan.
“Hari ini, pelemahan Rupiah berpeluang berlanjut dengan penguatan Dolar Index.”
Dini hari tadi, Dolar Index naik mendekati 86, walau mayoritas data ekonomi Amerika Serikat diumumkan memburuk.
Penguatan USD tidak hanya disebabkan kuatnya tekanan Jerman terhadap ECB perihal kebijakan moneter yang tidak konvensional.
“Tetapi, juga karena mulai munculnya harapan penghabisan QE pada FOMC meeting pertengahan minggu depan,” Rangga mengatakan.
Ia pun mengatakan, “Data new home sales Amerika Serikat ditunggu malam ini.”
Penulis/Peliput: Achmad Adhito
Editor: Achmad Adhito