
Jakarta, businessnews.id — Rencana pemerintah menaikan harga BBM subsidi (bahan bakar minyak subsidi) sebesar Rp 3.000 per liter membuat cemas bank kustodian di Indonesia. Pasalnya hal itu bisa menyebabkan menurun nasabah.
Menurut Kepala Securitas Service Indonesia HSBC, Supranoto Prayogo, di Jakarta hari ini (24/10/2014), usai pemerintah resmi menaikkan harga BBM itu, akan berdampak selama enam bulan.
“Pada pasar modal, terutama pada perdagangan efek saham-saham dari perusahaan yang terkait dengan BBM.”
Kenaikan sebesar Rp 3.000 per liter itu akan memicu inflasi sebesar 7 persen pada akhir tahun.
“Target inflasi kan 4,5 persen. Tapi bisa ke 7 persen karena kenaikan tersebut,” dia menambahkan.
Karena dampak itu, ia tidak bisa memastikan jumlah tambahan nasabah kustodian instusinya hingga akhir tahun.
Hingga September 2014, total nilai efek pada institusinya sebesar Rp 430 triliun dan reksadana sebesar Rp 25 triliun.
Dari total itu, dia berkata, 90 persen sampai 95 persen adalah nasabah asing.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Editor: Achmad Adhito