
Jakarta, businessnews.id — Wakil Ketua Asosiasi Bank Kustodian Indonesia Supranoto Prayogo menyatakan, sistem pengelolaan Investasi terpadu (SPIT) yang sedang dikembangkan KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia) akan membantu efisiensi kerja bank kustodian.
“Kami yang sangat membutuhkan SPIT. [Selama ini], misalnya ada 100 calon investor reksadana mengisi formulir yang lantas diberikan ke bank kustodian melalui fax, memasukkannya ke data base butuh waktu,” kata dia di Jakarta (24/10/2014).
Dengan SPIT, akan ada portal internet di tengah proses kerja antara manajer investasi dan bank kustodian.
Manajer investasi akan memasukkan semua data ke portal SPIT sehingga bank kustodian tinggal mengakses data tersebut.
“Jadi, kalau manajer investasi punya electronic banking system, dari nasabah bisa meng-subscribe langsung ke portal sehingga kami bisa akses data tersebut.”
Maka, bank kustodian dapat mengembangkan berapa hal. Seperti, setiap subscribe terhadap reksadana, bank kustodian wajib mengeluarkan konfirmasi secara cepat-hemat .
“Selama ini, selalu dikirim melalui kurir yang harus mendapatkan tanda tangan nasabah, lalu harus di-input lagi di data kami. Kalau hanya satu-dua gampang, tapi nyatanya setiap bulan bisa ratusan ribu,” terang dia.
“Apalagi dalam menghadapi rencana regulator pasar modal menargetkan dua juta nasabah reksadana,” tambah dia.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Editor: Achmad Adhito