Jakarta, TopBusiness – Pada penutupan perdagangan hari pertama di tahun 2020, Kamis (02/01), indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia terkoreksi 15,96 poin, atau setara dengan 0,25 persen ke posisi 6.283,581.
Indeks komposit Jakarta tersebut berbalik arah, padahal pada pembukaan perdagangan saham oleh Presiden Jokowi di zona hijau. Indeks terlihat mulai menapaki zona merah jelang penutupan perdagangan sesi I. Ketika itu, terkoreksi 18,83 poin (0,3 persen) ke level 6.280,7 dan akhirnya melemah 28,43 poin (0,45 persen) ke level 6.271,11. Menapaki sesi II, masih negatif 27,65 poin (0,44 persen) ke level 6.271,88, dan jelang penutupan perdagangan 17,94 poin (0,28 persen) ke level 6.281,6.
Investor mencerna laporan Badan Pusat Statistik yang mencatat tingkat inflasi sepanjang tahun lalu 2,72 persen yang merupakan terendah sepanjang 20 tahun terakhir. Sayang, hal tersebut tak jadi isu positif tapi lebih memilih aksi lepas saham guna merealisasikan keuntungan.
Di pasar reguler perdagangan berlangsung sepi, volume saham mencapai 5.303.661.181 unit dengan frekuensi 371.868 kali senilai Rp 4,173 triliun. Sejumlah saham mengalami aksi jual, diantaranya, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) Rp 20 menjadi Rp 720, diikuti PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) Rp 75 menjadi Rp 1.900, dan PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) Rp 30 menjadi Rp 2.400.
Fotographer: Rendy MR
