Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan Jumat (10/12/2021) akhir pekan ini, diperkirakan melemah.
Dalam riset harian Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, di Jakarta, tertera judul IHSG Diperkirakan Bergerak Melemah Hari Ini.
Bursa AS ditutup dengan S&P500 -0,7%, Nasdaq -1,7%, dan DJIA flat 0,0%, seiring dengan aksi profit taking yang dilakukan investor jelang rilis data inflasi nanti malam, yang kemungkinan akan mempengaruhi kebijakan The Fed terkait tapering. Yield UST 10Y turun ke level 1,49%.
Pasar komoditas terpantau bergerak cenderung melemah, Kamis (9/12). Batu bara turun 0,3% ke level USD 157/ton, emas 0,5% menjadi USD 1.776/ toz, CPO 0,5% ke level RM 5.230/ton, harga minyak WTI 2,9% ke level USD 70,6/bbl dan nikel 1,6% menjadi USD 20,213/ton, sedangkan timah naik 0,2% ke level USD 39,443/ton.
Bursa Asia ditutup menguat, kemarin. Kospi +0,9%, Shanghai 1,0%, Hang Seng 1,1%, sedangkan Nikkei -0,5%. EIDO ditutup melemah 0,4% ke level 23,6, sementara IHSG ditutup menguat 0,6% ke level 6.644, dengan net sell asing di pasar reguler mencapai Rp 106,1 miliar dan net buy asing di pasar negosiasi sebesar Rp 2,7 triliun. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan BBCA (Rp 131,0 miliar), disusul BBRI (Rp 54,4 miliar), dan SMGR (Rp 48,6 miliar). Sementara itu, net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan ARTO (Rp 70,6 miliar), ASII (Rp 58,3 miliar), dan BMRI (Rp 53,9 miliar). Top leading movers adalah BMRI, ASII, dan TLKM, sedangkan top lagging movers adalah BBCA, BBRI, dan ISAT.
Terjadi penambahan 220 kasus baru COVID-19 di Indonesia Kamis (9/12) dengan tingkat positif sebesar 0,1% (tingkat pemulihan: 96,5%, kasus aktif: 5.278).
Pagi ini pasar regional dibuka melemah, Nikkei 0,5% dan Kospi 0,9%. “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak melemah hari ini, seiring dengan pergerakan negatif bursa global dan regional,” demikian tertulis.
Foto: Rendy MR
