
Jakarta, businessnews.id — Ekonom Creco Research Institute Raden Pardede menyatakan, tim menteri ekonomi pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sebaiknya memunyai ahli ekonomi makro. Dengan demikian, kekurangan tim tersebut tertutupi.
“ Sangat kekurangan tim yang andal di ekonomi makro. Padahal Indonesia bakal menghadapi permasalahan makro ke depannya,” kata dia di Jakarta hari ini (28/10/2014).
Di situ, Indonesia bakal menghadapi permasalahan makro, kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve), nilai tukar Rupiah, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), dan lain-lain.
Dalam merespons tantangan ekonomi makro itu, pemerintahan Presiden Jokowi dinilai tidak memiliki figur menteri yang kompeten di bidang ekonomi.
“Sehingga, pemerintah harus berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta menambahkan staf ahli yang mengerti ekonomi makro dengan baik.”
Diharapkan, ia berkata, kabinet Presiden Jokowi bisa mengontrol angka inflasi sebesar 6,5 persen di 2015. Namun, sejauh ini tingkat inflasi berada di level 7,5 persen -8,5 persen.
“Sehingga, pemerintah patut menjaga harga pangan dan suku bunga acuan (BI Rate) di level 7,5 persen,” tandasnya.
Hal senada disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas) Ekobudiwiyono. Ia menilai, tim ekonomi yang duduk dalam kabinet kerja didominasi oleh profesional yang memiliki kemampuan di mikro ekonomi.
Penulis/Peliput: Abdul Aziz
Editor: Achmad Adhito