
Jakarta, businessnews.id — Industri di Pulau Jawa saat ini sudah over capacity. Terkait itulah, sebaiknya penambahan di situ hanya khusus ke industri bernilai tambah.
“Selain itu, industri baru di Jawa harus yang tidak terlalu membutuhkan sumber daya air dan lain sejenisnya. Ini karena neraca air sudah defisit,” kata Purba Robert Sianipar, asisten deputi infrastruktur sumber daya air Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, di Jakarta hari ini (28/10/2014).
Dalam satu rapat teknis lanjutan yang digelar Kementerian Perindustrian RI, ia mengatakan: kini saatnya pengembangan industri bergerak ke luar Pulau Jawa.
Saat ini, kesenjangan antara bagian barat Indonesia dengan yang timur dalam hal pertumbuhan industri, melebar. Industri terpusat di Pulau Jawa.
“Dengan kondisi seperti itu, menggenjot pertumbuhan ekonomi 7% di timur Indonesia, cukup sulit,” dia berkata.
Lebih lanjut dia berkata, terkait pengintensifan industri di luar Pulau Jawa, penjabaran kawasan industri sebagai infrastruktur publik sangat diperlukan.
“Sebagai sebuah kebijakan, beberapa hal perlu di-follow up terkait itu.”
Sekarang ini, pemerintahan RI 2014-2019 ingin menjadikan Sorong (Papua) sebagai salah satu titik untuk konsep tol laut. Sementara itu, di Sorong belum ada apa-apa. Dengan demikian, keberadaan kawasan industri di Sorong perlu didorong.
Perlu ada pemetaan , di timur Indonesia, wilayah mana saja yang potensial untuk industri padat modal. Barulah kawasan industri dikembangkan di sana.
“Setelah hal itu diketahui, barulah infrastruktur seperti jalan raya, ditingkatkan di Sorong,” dia berkata.
Penulis/Peliput: Achmad Adhito
Editor: Achmad Adhito