Anak Usaha Jababeka Belum Sepakat dengan PLN

Penulis achmad adhito

Jakarta, TopBusiness—Sampai saat ini, Bekasi Power belum mencapai kesepakatan dengan PLN sehubungan dengan reserve shutdown (pengiriman listrik nol kwh), yang diberlakukan terhadap pembangkit listrik Bekasi Power.

“Kami sudah beberapa kali bertemu dengan PLN agar pembangkit listrik Bekasi Power bisa beroperasi normal kembali. Tetapi belum ada kesepakatan,” kata Corporate Secretary Jababeka (induk usaha Bekasi Power), Budianto Liman, di Jakarta hari ini, dalam keterbukaan informasi untuk otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI).

Budianto menjelaskan bahwa pihaknya sulit menjelaskan tentang kapan pembangkit Bekasi Power bisa beroperasi normal kembali. Oleh sebab, keputusan pembelian listrik dari pembangkit listrik tersebut merupakan wewenang PLN.

Reserve shutdown tersebut, dia menjelaskan, bisa berpengaruh signifikan kepada pendapatan Bekasi Power. Dalam hal ini, pendapatan tersebut bisa turun signifikan.

“Akan tetapi, kami berharap bahwa gross profit bisa terjaga dengan baik sehingga menutupi beban operasional,” papar Budianto.

Selama masa reverse shutdown itu, PLN tetap menghormati perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani. Di sini, PLN tetap membayar kompensasi dengan basis take or pay kesiapan pembangkit atas biaya kapasitas. “Bekasi Power pun selalu menjaga kesiapan pasokan listrik setiap saat, sesuai rencana operasional dan permintaan dispatch dari Pusat Pengatur Beban PLN,” kata dia.

Pembangkit listrik Bekasi Power, sejak awal 2018 diperlakukan sebagai cadangan dingin atau hanya mengirimkan 0 kwh (reserve shutdown) oleh Pusat Pengatur Beban PLN. Sebab, PLN mengalami kelebihan daya listrik.

Sumber Ilustrasi Jaringan Listrik: Istimewa

BACA JUGA

Tinggalkan komentar